Kategori

Mukaddimah

HoregnesiaMukaddimah

Ada sebuah fenomena yang menarik untuk kita perhatikan belakangan ini, terutama ketika momentum agustusan tiba: sound horeg. Di berbagai tempat, perayaan kemerdekaan hadir dengan wajah yang semakin meriah. Karnaval, pawai, iring-iringan kendaraan, perangkat sound berukuran besar, lampu-lampu, hingga barisan orang yang berjoget mengikuti irama menjadi bagian dari suasana yang begitu mudah kita jumpai. Sebagian orang […]

3 September 2026
Balak KosotMukaddimah

Di meja domino, banyak orang menunggu balak enam. Ada yang berharap balak lima. Ada yang merasa percaya diri ketika titik-titik di tangannya berjejer seperti pangkat dan penghargaan. Tetapi ada satu kartu yang sering luput dari perhatian: balak kosot. Tidak bertitik. Tidak bernomor. Tidak membawa kebanggaan apa-apa. Bahkan dari jauh tampak seperti ketiadaan. Padahal hidup sering […]

30 Agustus 2026
Nyaah Dulang: Kasih Sayang yang Mematikan KesadaranMukaddimah

“Nyaah dulang” secara harfiah adalah kasih sayang yang tak mendidik. Tetapi dalam pembacaan yang lebih dalam, ia adalah kasih sayang yang berhenti pada pemenuhan perut dan pakaian, memberi sesuatu sambil mematikan kesadaran tentang bagaimana sesuatu itu diperoleh, untuk apa digunakan, dan apa tanggung jawab di baliknya. Anak diberi uang, tetapi tidak diberi etika; diberi fasilitas, […]

29 Agustus 2026
Maulud KebangsaanMukaddimah

Bulan ini kita berada dalam dua momentum yang oleh masyarakat Indonesia dimeriahkan secara khidmat bersama-sama. Agustus adalah bulan ketika kita mengenang kemerdekaan Indonesia, tentang sebuah bangsa yang melalui perjalanan panjang akhirnya melahirkan sebuah negara. Pada waktu yang berdekatan, kita juga memasuki bulan Maulid Nabi Muhammad SAW, bulan ketika kita mengenang kelahiran seorang manusia yang membawa […]

28 Agustus 2026
Merdeka Menjadi Abdillah: Maqsud-Silah-Islah-UzlahMukaddimah

Bulan Agustus bagi kita bangsa Indonesia selalu mengajak kita berbicara tentang kemerdekaan. Tentang tanah air, bangsa,  sejarah, perjuangan, dan tentang mereka yang dahulu mengangkat senjata, mempertaruhkan nyawa, agar hari ini kita dapat menyebut negeri ini sebagai tanah air merdeka. Tetapi barangkali, setiap kali kita memperingati kemerdekaan, ada satu pertanyaan yang perlu kita bawa sedikit lebih […]

27 Agustus 2026
Lemah CaiMukaddimah

Dalam khazanah Sunda, “Lemah Cai” bukan sekadar bermakna tanah dan air sebagai bentang alam, tetapi juga identitas, ruang hidup, dan amanah yang diwariskan kepada manusia. Lemah adalah tempat berpijak, sedangkan cai adalah sumber kehidupan. Keduanya tidak dapat dipisahkan; ketika tanah rusak, air kehilangan daya hidupnya, dan ketika air tercemar, tanah kehilangan kesuburannya. Ahli ekologi Eugene […]

27 Agustus 2026
Tirai CahayaMukaddimah

‎Berbicara tentang cahaya, mungkin yang terngiang di benak sebagian besar manusia adalah hal yang dekat kaitannya dengan hal-hal yang menyenangkan, mendamaikan, bahkan membahagiakan jiwa siapa saja yang terkena pancarannya. Di dalam Al Qur’an sendiri, terdapat surat khusus yang membahas tentang cahaya. Karena cahaya adalah penggambaran yang sangat jelas tentang bagaimana Tuhan sebagai Dzat yang, mutlak […]

27 Agustus 2026
Kabut MaiyahMukaddimah

Kabut punya cara yang aneh dalam memperlakukan jarak. Sesuatu yang sebenarnya dekat bisa tampak jauh, sementara yang jauh seperti berada di hadapan mata. Jalan masih ada, pohon masih berdiri, rumah-rumah tidak berpindah ke mana-mana. Hanya pandangan kita yang tidak lagi sanggup menjangkau semuanya. Dalam keadaan seperti itu, kita semestinya tau bahwa apa yang terlihat oleh […]

26 Agustus 2026
Beungeut!Mukaddimah

Dalam bahasa Sunda, beungeut berarti wajah. Tetapi dalam percakapan, ia bisa menjadi ungkapan ketika sesuatu terasa tidak masuk akal: ah, beungeut! Semacam penyangkalan terhadap omongan yang tidak sesuai dengan kenyataan. Maka beungeut malam ini barangkali bukan sekadar kata, melainkan cara sederhana untuk bertanya: benarkah yang tampak di wajah sama dengan yang ada di dalamnya? Agustus […]

26 Agustus 2026
Merajut Merah Putih: Indonesia Bagian Dari Desa SayaMukaddimah

“Merajut Merah Putih” bukan sekadar tentang menjahit kain menjadi bendera. la adalah ikhtiar untuk merajut kembali hubungan manusia dengan sesamanya, dengan desanya, dengan kebudayaannya, dan dengan negaranya. Merah Putih tidak hanya dikibarkan di tiang bendera. la harus hidup dalam kehidupan sehari-hari seperti bagaimana menghargai tetangga, menjaga kerukunan dan bergotong-royong antar sesama. Seperti gagasan Mbah Nun […]

22 Agustus 2026
Merdeka Ndasmu! Ndasmu, MerdekaMukaddimah

Ada kata yang setiap tahun diucapkan dengan penuh keyakinan: Merdeka! Ada juga kata yang mungkin membuat terkaget-kaget atau justru tertawa getir mendengar umpatan “Ndasmu!” terlontar di ruang publik. Kalimat itu terdengar kasar, kotor, dan tak beradab. Namun, mari kita dudukkan perkara ini dengan jernih, dengan kacamata tadabbur, bukan dengan penghakiman benci. Ketika frasa itu disandingkan […]

21 Agustus 2026
Membumikan SyukurMukaddimah

Teknologi komunikasi membuat jarak semakin tak berarti, tapi tak lantas tanpa menimbulkan resiko. Benar pula tak ada pilihan tanpa konsekuensi. Untuk jarak yang sudah tidak lagi berarti ada kepercayaan yang tergerus. Ada pada hal sederhana sehari-hari. Janji temu pukul 20.30 di tempat sudah disepakati. 20.20 yang sudah di lokasi bertanya “posisi” serentak jawaban “otw” silih […]

21 Agustus 2026
Hati yang SelesaiMukaddimah

Bulan Agustus selalu mengajak kita mengenang kemerdekaan. Kita bersyukur bangsa ini telah merdeka dari penjajahan, sehingga kita bebas menentukan arah hidup. Namun, di balik kemerdekaan itu, ada satu pertanyaan yang barangkali lebih sunyi: apakah badan kita saja yang merdeka, atau hati kita juga telah merdeka? Sebab tidak sedikit orang yang tubuhnya bebas, tetapi hatinya masih […]

8 Agustus 2026
Duc In AltumMukaddimah

“Kita hanya bisa bersatu ketika membicarakan masa silam, tapi untuk merundingkan masa depan, kita memerlukan kebencian, batu, dan darah” (Emha Ainun Nadjib) Alhamdulillah, puji Tuhan, Astungkara. Bulan ini kita tiba di etape ke-8 dari 12 etape yang kita ikhtiarkan untuk istiqamah bersama, melingkar, Sinau Bareng pada setiap tanggal 21 dalam penanggalan Jawa. Bulan Agustus ini, […]

3 Agustus 2026
Sinau Ngegas Ngerem: Merawat Solidaritas, Menata Arah PerjalananMukaddimah

Tidak semua perjalanan dapat diukur dari seberapa jauh seseorang melangkah. Sebuah perjalanan justru benar-benar dimulai ketika manusia bersedia memperlambat langkahnya, menepi sejenak, lalu bertanya kepada dirinya sendiri: ke mana sebenarnya aku sedang menuju? Hampir setiap hari kita menjumpai pemandangan yang serupa. Seseorang berangkat pagi, pulang larut malam, berpindah dari satu kesibukan ke kesibukan lain, menghadiri […]

3 Agustus 2026
Girang Ku Garing: Ketika Tawa Tidak Lagi Menemukan MaknaMukaddimah

Dalam khazanah budaya Sunda terdapat sebuah peribahasa yang sangat tajam maknanya, yaitu “Girang Ku Garing”. Secara harfiah, ungkapan ini menggambarkan kegembiraan yang kosong, kesenangan yang semu, atau hati yang tampak bersuka cita tetapi sesungguhnya mengalami kehampaan jiwa. Di zaman modern, fenomena ini semakin mudah ditemukan. Banyak orang tampak bahagia melalui pencapaian materi, jabatan, popularitas, dan […]

31 Juli 2026
Curiga Manjing WarangkaMukaddimah

Curiga manjing warangka. Sebuah pepatah tua dalam khazanah Jawa yang secara harfiah berarti “keris masuk ke dalam warangka (wadahnya).” Dalam filsafat Jawa, pepatah ini tidak berhenti pada makna harfiahnya. Ia dimaknai sebagai simbol bahwa setiap kekuatan memerlukan wadahnya. Wadah ini bisa berarti batas, fungsi atau ruang kekuatan tersebut. Simbol keris itulah yang kemudian memperoleh pembacaan […]

30 Juli 2026
Gerhana Mata Hati TotalMukaddimah

Ya muqallibal qulub, tsabbit qolbi ‘ala diinik. Do’a ini diriwayatkan dalam Hadits At-Tirmidzi, di mana Nabi Muhammad SAW memohon keteguhan iman kepada Allah SWT agar hati tetap istiqamah di jalan-Nya. Gerhana Mata Hati, “mata hati” yang berarti nurani, kepekaan batin, atau kemampuan melihat dengan hati (insight, bukan sekadar penglihatan fisik). Kalau matahari saja bisa gerhana […]

28 Juli 2026
AjianMukaddimah

Kata ajian sering dipahami sebagai ilmu kesaktian. Padahal akar katanya adalah aji: nilai, kehormatan, keluhuran, dan wibawa yang membuat seseorang layak dihormati. Dalam khazanah Nusantara, aji bukan pertama-tama soal kekuatan, melainkan tentang kualitas manusia yang memegang kekuatan itu. Karena itu, pemimpin yang memiliki aji tidak perlu banyak ancaman agar ditaati. Kehadirannya menghadirkan rasa hormat. Ucapannya […]

26 Juli 2026
Adzan-Idzin-UdzunMukaddimah

Hidup ini sesungguhnya adalah semesta  panggilan. Langit mengumandangkan adzan melalui matahari, bulan, bintang, dst. Bumi mengumandangkan adzan melalui gunung, sungai, pepohonan, satwa, tanah, dst. Tubuh mengumandangkan adzan melalui sehat, sakit, dst. Hati mengumandangkan adzan melalui rindu, gelisah, syukur, sabar, penyesalan, dst. Bahkan setiap kehidupan dan kematian adalah adzan yang menyeru manusia agar membaca ayat-ayat Allah […]

25 Juli 2026

Menampilkan 1-20 dari 444

Previous
/ 23
Next
HOME