“Merajut Merah Putih” bukan sekadar tentang menjahit kain menjadi bendera. la adalah ikhtiar untuk merajut kembali hubungan manusia dengan sesamanya, dengan desanya, dengan kebudayaannya, dan dengan negaranya.
Merah Putih tidak hanya dikibarkan di tiang bendera. la harus hidup dalam kehidupan sehari-hari seperti bagaimana menghargai tetangga, menjaga kerukunan dan bergotong-royong antar sesama.
Seperti gagasan Mbah Nun tentang “Indonesia Bagian dari Desa Saya”, kita tidak perlu menunggu menjadi besar untuk berbuat bagi Indonesia. Sebab Indonesia bisa dimulai dari diri kita, dari rumah kita, dan dari desa kita.
Maka malam ini kita belajar bersama, apa yang sebenarnya sedang kita rajut? Persatuan, kebersamaan, atau hanya sekedar simbolis saja?
Di tengah Negara yang hari ini, ketika perbedaan mudah menjadi pertengkaran, ketika ruang digital sering membuat kita saling mencurigai, dan ketika nilai gotong-royong mulai berhadapan dengan kepentingan.
Masihkah kita mampu berbeda tanpa bermusuhan? Masihkah desa menjadi tempat pulang, tempat belajar, dan tempat tumbuh bersama? Jika Indonesia dimulai dari desa kita, Indonesia seperti apa yang ingin kita wariskan kepada anak cucu kita?








