Background Ambience
Kabut Maiyah
Mukaddimah

Kabut Maiyah

Mukaddimah Suluk Surakartan Agustus 2026

MyMaiyah.id
MyMaiyah.id

Kabut punya cara yang aneh dalam memperlakukan jarak. Sesuatu yang sebenarnya dekat bisa tampak jauh, sementara yang jauh seperti berada di hadapan mata. Jalan masih ada, pohon masih berdiri, rumah-rumah tidak berpindah ke mana-mana. Hanya pandangan kita yang tidak lagi sanggup menjangkau semuanya. Dalam keadaan seperti itu, kita semestinya tau bahwa apa yang terlihat oleh mata tidak pernah seluruhnya sama dengan kenyataan.

Mungkin hari ini kita sedang berada dalam keadaan semacam itu. Banyak hal berlangsung di depan mata, tetapi tidak mudah dibaca. Masyarakat berubah, percakapan berubah, cara orang memperoleh pengetahuan berubah. Negara pun terus bergerak dengan segala persoalannya, sementara kita masih sering mencoba memahaminya dengan ukuran-ukuran yang kurang tepat. Yang satu merasa sudah mengetahui keadaan, yang lain merasa sedang dibohongi keadaan. Masing-masing membawa pandangannya sendiri, dan dari sana kabut menjadi semakin tebal.

Lalu bagaimana dengan Maiyah? Sudah berapa jauh kita mengenalnya, jangan-jangan selama ini kita hanya mengenali bentuk yang paling mudah kita lihat? Kita mengenal Maiyahan, Sinau Bareng, simpul-simpul, istilah-istilah, tulisan, perjumpaan dan segala yang tumbuh di sekitarnya. Tetapi mengenal yang tampak belum tentu mengenalnya secara kaffah. Bahkan bisa jadi, semakin lama kita berada di dalamnya, semakin besar pula kemungkinan kita membuat kesimpulan sendiri tentang apa itu Maiyah. Pada titik tertentu, yang berkabut mungkin bukan Maiyahnya. Kitalah yang datang dengan kaca mata masing-masing, lalu mengira apa yang terlihat dari balik kaca mata itu adalah Maiyah yang seluruhnya.

Karena itu, mungkin tema ini tidak perlu dipaksa menjadi sebuah jawaban. Ia lebih menarik kalau dibiarkan sebagai pertanyaan yang kita bawa bersama. Apa yang sedang tidak kita lihat? Apa yang terlalu cepat kita simpulkan? Apa yang berubah?. Mungkin Kita coba duduk, saling mendengarkan, dan membiarkan pandangan masing-masing bertemu di dalam Sinau Bareng. Sebab kadang-kadang kita baru menyadari bahwa sedang berada dalam kabut setelah seseorang di sebelah kita berkata, “Coba lihat dari sini.”

Bagikan:
MyMaiyah.id

MyMaiyah.id

Tulisan Terbaru dari MyMaiyah.id

HOME