Kategori

Mukaddimah

Hayati MenghayatiMukaddimah

Kata hayati berasal dari akar kata Arab ḥayāt (حياة) yang berarti hidup. Dalam bahasa Indonesia, “hayati” bisa dimaknai sebagai: menghidupkan nilai. Sedangkan “menghayati” ialah bentuk aktif—proses. Kalau “hayati” adalah keadaan, maka “menghayati” adalah jalan menuju keadaan itu. Di tengah derasnya arus zaman yang bergerak cepat, manusia sering kali terjebak pada sekadar menjalani tanpa benar-benar menghayati. […]

27 April 2026
MisleukMukaddimah

Dalam bahasa Sunda, misleuk berarti terpeleset. Salah langkah. Meleset dari arah semula. Bukan jatuh dari tebing. Bukan pula sengaja menyimpang. Tetapi langkah yang keliru karena jalan licin, atau karena kurang waspada. Misleuk itu manusiawi. Yang berjalan pasti berpotensi misleuk. Yang diam saja yang tidak pernah terpeleset. Namun yang sedang dihadapi hari ini bukan sekadar kesalahan […]

25 April 2026
Bunuh Diri dan Lahir KembaliMukaddimah

Kata bunuh diri sering kali mengguncang hati. Ia terdengar keras, menakutkan, bahkan menyesakkan. Yang terbayang adalah keputusasaan, akhir dari segalanya, dan hilangnya harapan. Tetapi pada ruang makna yang sedang kita bangun bersama, bunuh diri, tidak kita pahami sebagai penghentian hidup secara fisik. Melainkan keberanian untuk melawan diri sendiri. Keberanian untuk menatap cermin, lalu dengan jujur […]

25 April 2026
Warasatul MaiyahMukaddimah

Hidup selalu berputar, itulah daur kehidupan. Ada yang datang, ada yang pergi, ada yang melarikan diri, dan ada yang kembali. Ada yang meminta, ada yang memberi; ada yang menuntut, ada yang pasrah. Ada yang saling menguatkan, dan ada pula yang mencoba melemahkan. Manusia diasah oleh kehidupan. Ada yang semakin tajam karena berpikir jernih, ada yang […]

25 April 2026
Sejarah Tandur lan WangsaMukaddimah

Ada satu cara melihat peradaban yang tidak dimulai dari perang, raja, atau teknologi—melainkan dari sesuatu yang lebih sunyi: seteguk air. Maka disampaikanlah kabar dari Allah kepada Nabi Adam AlaihisSalam melalui Malaikat Jibril : “Minumlah air ini, ini adalah air tawar yang halal bagimu. Janganlah engkau mengharamkan apa yang telah Allah halalkan, dan janganlah engkau menghalalkan […]

24 April 2026
Nandur TapakMukaddimah

Secara harfiah “Nandur Tapak” dapat dimaknai sebagai “Menanam Jejak”. Dalam kearifan lokal Sunda, ungkapan ini bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan filosofi hidup: setiap langkah manusia hendaknya meninggalkan nilai, manfaat, dan keberkahan bagi lingkungan sekitarnya. Konsep ini memiliki resonansi yang kuat dengan ajaran Islam, yang menekankan amal saleh, keberlanjutan kebaikan, dan tanggung jawab moral manusia sebagai […]

23 April 2026
Gen Gotong RoyongMukaddimah

Mungkin ada yang mengira bahwa gotong royong adalah warisan sosial yang otomatis hidup dalam diri kita, seolah ia adalah “gen” yang tidak akan hilang. Namun, jika cara berpikir manusia bisa dikendalikan, maka bukan tidak mungkin gen itu pun perlahan dapat dilumpuhkan. Sebagaimana banyak diurai dalam refleksi Maiyah, penjajahan hari ini tidak lagi selalu berbentuk fisik, […]

22 April 2026
KinantiMukaddimah

Delapan tahun bukan sekadar hitungan usia, melainkan rangkaian langkah yang telah ditempuh dengan penuh kesadaran—kadang goyah, kadang tegar, namun senantiasa terus bergerak dalam irama yang tenang nan teguh. Menuju milad ke-8 Tembang Pepadang kali ini kami awali dengan Sinau Bareng dengan tema: “Kinanti”, sebuah pilihan yang sarat makna. Dalam khazanah tembang macapat, Kinanti berarti “kanthi”—dituntun, […]

22 April 2026
Semestinya SemestaMukaddimah

Kita hidup di zaman yang berisik, bukan karena dunia kekurangan suara, tetapi karena terlalu banyak gema yang saling bertabrakan. Dunia maya menjelma seperti pasar tanpa malam, sangat riuh, cepat, dan seringkali dangkal. Di sana, nilai manusia direduksi menjadi angka, para pengikut menjadi tepuk tangan, dan popularitas diangkat menjadi otoritas. Perlahan tapi pasti, kita mulai menukar […]

21 April 2026
Manusia BaikMukaddimah

Warid adalah kecenderungan hati untuk berbuat baik, kecenderungan itu sebenarnya dititipkan pada setiap hati manusia. Ironisnya bisikan baik di hati cenderung terjegal untuk di laksanakan. Apa penyebabnya? Ini akan diudar bersama dalam perjumpaan sinau bareng Majelis ‘Ilmu Muhammad Ainun Najib di edisi 79 Ma’syar Maiyah Mahamanikam. Berangkat dari Tadabbur ke-19 “Allah Meluaskan Manusia Menyempitkan”. Mbah […]

19 April 2026
Pengalaman An’amta ‘AlaihimMukaddimah

Kesetiaan untuk menikmati dan mensyukuri ketersinambungan perjalanan yang terus dianugerahkan Allah kepada Paseban Majapahit berlanjut di edisi 108, bulan April 2026. Mencoba merangkai keping hikmah yang telah terangkai pada edisi-edisi sebelumnya, dengan pilihan tema yang masih tetap bersumber dari buku Tadabbur Maiyah Padhangmbulan. Tadabbur Bagian Pertama, halaman 67-69, bertajuk: Islam sebagai Pengalaman An’amta ‘Alaihim. Semoga […]

10 April 2026
Raksa NalarMukaddimah

Selama jutaan tahun, sejarah kehidupan di Bumi ditulis oleh satu tinta: survival. Dalam kacamata evolusi, kita adalah keturunan para penyintas, mereka yang mampu menerjemahkan rasa takut menjadi kewaspadaan, dan kelaparan menjadi daya cipta. Tubuh kita dirancang untuk menjaga denyut nadi; kita adalah makhluk biologis yang sejak awal diprogram untuk merawat raga. Namun hari ini, medan […]

10 April 2026
Aktivasi NasibMukaddimah

TIDAK ADA di antara kita yang memilih untuk lahir dari rahim siapa, di suku apa, atau dalam strata ekonomi mana. Itulah nasab, sebuah titik awal yang given. Nasab bukan prestasi, bukan aib, bukan jaminan kesuksesan. Nasab bukan legitimasi untuk menyombongkan diri, bukan pembenaran atas kemalangan, dan pasti bukan garis finish. Nasab hanyalah konteks, awal dari pertanggungjawaban. Dari titik inilah, […]

8 April 2026
Jalan SyukurMukaddimah

Barangkali ada fase ketika kita menganggap syukur adalah perkara yang sederhana dan mudah. Semudah mengucap “alhamdulillah” saat bahagia, saat rezeki lancar, saat urusan dilancarkan, saat hidup terasa sedang berpihak kepada kita. Namun, realitas hidup menyuguhkan wajah yang tak selalu ramah. Ada kalanya langkah terasa abot dan seret, benak memikul tanya, dan apa yang terjadi tak […]

8 April 2026
Meneropong Arah RumahMukaddimah

Dunia sedang kocar kacir. Segala ruang informasi semakin getol memberitakan pergolakan: geopolitik, ekonomi, narasi pengetahuan, dan berbagai kepentingan lain. Persilangan ruang dan waktu, nilai, kemerdekaan dan keterpenjaraan, bahkan persilangan diri kita sendiri — sering mendorong kita untuk memuaskan diri dengan ‘hanya’ mengamati kejadian yang besar dan jauh di kota seberang, negeri seberang, bahkan kalau mungkin […]

8 April 2026
Algoritma MuhammadMukaddimah

Pernah merasa hidup makin rumit karena terlalu banyak dipikirkan, tapi justru makin nggak menemukan arah? Di tengah dunia yang serba cepat, bising, dan penuh distraksi—kita sering bereaksi sebelum memahami, memutuskan sebelum menimbang, dan akhirnya terjebak dalam overthinking yang melelahkan. Lalu, bagaimana jika kita kembali pada satu “algoritma” yang telah teruji oleh zaman? Algoritma Nabi Muhammad—sebuah […]

8 April 2026
Famuli TuorumMukaddimah

Pernahkan kita menyadari bahwa justru dalam kesunyianlah suara yang sejati itu terdengar? Bahwa dalam suasana sepi, kontemplatif dan meditatif seperti itu – atau dalam posisi keterpinggiran, ketersingkiran – justru bergaung-gaung swaraning asepi? Sirrullah, rahasia kebenaran Allah yang hakiki? [Emha Ainun Nadjib] Bulan ini Rutinan Sinau Bareng Majelis Maiyah Waro’ Kaprawiran memasuki etape 4 dari, insyaAllah, […]

6 April 2026
Negeri SakinahMukaddimah

Indonesia hari ini seperti menghadirkan tafsir baru atas gagasan berdikari yang dulu melambangkan kekuatan, namun kini terasa sebagai keprihatinan. Rakyat dituntut mandiri bukan hanya untuk bertahan hidup, tetapi juga untuk mencari rasa aman, padahal itu adalah hak mendasar yang seharusnya dijamin oleh negara. Penyiraman air keras terhadap aktivis menjadi tanda bahwa bahkan di negara demokrasi, […]

1 April 2026
Maulan SiwallahMukaddimah

“Wahai engkau hamba-hambaku, Aku yang menciptakanmu, tapi engkau menyembah tidak kepadaKu” “Aku yang memberimu rezeki, tapi engkau berterima kasih tidak kepadaKu” “Kalau engkau kesepian wahai hamba-hambaKu, Aku yang selalu menghiburmu, tapi engkau bernyanyi tidak untukKu” Dalam kehidupan ini kita sering terjebak dalam situasi bahwa tercipta Tuhan-tuhan kecil di perilaku kita. Di antara kita ada yang […]

1 April 2026
Berteman dengan Lawan, Tanpa BermusuhanMukaddimah

Hidup tidak pernah lepas dari perbedaan. Dari sini kita perlu belajar satu ilmu dasar—membedakan tanpa membenci. Karena tidak semua yang berseberangan adalah musuh; sebagian justru menjadi jalan kita untuk belajar memahami. Momentum Idul Fitri memberi kita pelajaran penting. Dalam banyak tulisan Mbah Nun, Idul Fitri bukan sekadar saling memaafkan secara lisan, tetapi kembali ke kejernihan […]

30 Maret 2026

Menampilkan 61-80 dari 432

Previous
/ 22
Next
HOME