Manusia sering sibuk mencari hadiah untuk orang yang dicintainya. Padahal terkadang, hadiah terbaik bukanlah sesuatu yang dibawa tangan, melainkan sesuatu yang dijaga di dalam hati.
Dalam sinau bareng nanti kita mensyukuri menjelang Milad 73 tahun perjalanan Emha Ainun Nadjib, “Mbah Nun”. Tetapi sesungguhnya yang kita rayakan bukan umur biologis seorang manusia. Kita sedang menghormati perjalanan ilmu, cinta, luka, doa, dan kesetiaan yang selama puluhan tahun beliau rawat bersama rakyat kecil, bersama orang-orang bingung seperti kita.
Maiyah tidak mengubah manusia menjadi malaikat. Maiyah hanya membantu manusia lebih jujur melihat dirinya sendiri. Bahwa hidup tidak selalu harus menang. Bahwa tidak semua yang ramai itu benar. Dan bahwa jalan pulang kepada Allah kadang dimulai dari duduk melingkar, mendengarkan, lalu belajar merendahkan hati.
Tema “Kado Kesetiaan” nanti bukan tentang memberi sesuatu kepada Mbah Nun. Karena ilmu tidak pernah meminta bayaran. Kesetiaan adalah kesanggupan kita merawat apa yang sudah ditanamkan, tetap belajar walau lambat, tetap bersama walau berbeda, tetap mencintai walau tidak dipuji, dan tetap istiqomah menjaga Maiyah sebagai ruang bertumbuhnya kemanusiaan.
Sebab dunia hari ini tidak kekurangan orang pandai. Dunia hanya kekurangan manusia yang setia menjaga nilai. Dan mungkin, kesetiaan itulah bentuk cinta yang paling dewasa.
#Redaksi_SP








