Sebagaimana umat islam bergembira di bulan rabiul awal, dimana kekasih Alloh, suri tauladan dan rahmat bagi seluruh alam dilahirkan.
Bulan dimana Manusia Mulia Muhammad dihadirkan untuk menyempurnakan akhlak. Bulan dimana manusia yang diharap2kan seluruh umat kehadirannya, yang diwujudkan dalam jasad Muhammad.
Maka, bolehlah kita, sebagai jamaah maiyah bergembira juga akan bulan dimana jembatan umat kepada sang manusia Mulia itu dilahirkan.
Bulan Mei, 73 tahun silam telah lahir manusia yang mengantarkan manusia maiyah menebalkan kecintaan kepada Alloh dan Nabinya.
Menjadi perantara ekspresi cinta kepada kekasih Alloh, Muhammad.
Muhammad Ainun Nadjib yang lebih akrab dikenal sebagai sebagai Mbah Nun oleh jamaah yang selama puluhan tahun di asuhnya untuk menemukan kesejatian. Bertahan mengarungi hidup yang tidak ideal, soro (menderita) dan sering memuakkan.
Di bulan ini, sedulur maiyah kudus mengekspresikan kegembiraannya dengan turut menghadirkan dua sosok penting di kiai kanjeng, grup musik etnik yang diinisiasi oleh Mbah Nun.
Dua sosok yang seringkali menemani Mbah Nun di panggung, kita mohonkan untuk membabar dan mewedar ingatan mereka akan Mbah Nun, sesuai tema acara yang diselenggarakan, mengenal lebih dekat.
Selain akan banyak bercerita tentang Mbah Nun, Pak Ari Blothong dan Mas Doni akan berkolaborasi dengan grup musik lokal Kudus sebagai bentuk kegembiraan memperingati hari milad Mbah Nun ke 73, dengan lantunan musik dan sholawat.
Adalah grup musik suro legawa, komunitas musisi yang rupanya beririsan dengan Mbah Nun, karena sering menggarap lagu kanjengan, istilah lagu-lagu yang sering di mainkan oleh kiai kanjeng.
Diharapkan kolaborasi dan sinau bareng yang akan diselenggarakan menjadi ekspresi yang secara ruhiah memberikan semangat kepada Mbah Nun untuk senantiasa menemani anak cucu maiyah dalma lahir maupun batin.








