Menandai kebersamaan dalam cinta dan ukhuwah yang terus dijalani, dinikmati, dan disyukuri keberlangsungannya, rutinan Pasebanan edisi 110 di bulan Juni tahun 2026 kali ini menjadi peneguh wujud kebersyukuran bersama atas 9 tahun perjalanan Simpul Maiyah Paseban Majapahit.
Kebersyukuran yang tidak ditandai dengan sesuatu yang berlebihan. Tetapi diisi dengan pemaknaan, perenungan, dan penghayatan kembali, atas pusaka pemersatu anak cucu Maiyah di penghujung zaman yang semakin gersang: “Tawashshulan”.
Bersama Lek Ham, Pak Syaiful, dan Mas Helmi, momentum Milad 9 Paseban Majapahit kali ini akan menjadi awal niat baik bersama untuk memaknai, merenungkan, dan menghayati kembali, segala sesuatu yang berkaitan dengan Tawashshulan. Dimulai dari isi, arti, dan makna teksnya, semoga bisa sampai kepada latar belakang dan sejarah penyusunannya, serta bisa menemukan pintu-pintu ruang untuk muhasabah atas rutinitas Tawashshulan yang selama ini telah dijalani bersama.
Dibersamai pula oleh sedulur dari lingkar dan simpul Maiyah terdekat di seputaran Jawa Timur, semoga Allah memperkenankan acara sinau bareng dengan tema “Tadabbur Tawashshulan” ini bisa menjadi peneguh kebersamaan Majelis Masyarakat Maiyah dalam mengamalkan nilai-nilai kebaikan dan kebermanfaatan yang lebih baik lagi di dalam kehidupan sehari-hari. Amiin.[]








