
Cirebon, Jawa Barat
CirRebes
Wadah silaturahmi dan belajar bersama di daerah Cirebon Jawa Barat dan Brebes Jawa Tengah.
Ditemukan 21 hasil (20 artikel, 1 simpul).

Cirebon, Jawa Barat
Wadah silaturahmi dan belajar bersama di daerah Cirebon Jawa Barat dan Brebes Jawa Tengah.

“InsyaAllah, para Mukhlisinal Maiyah dibangunkan oleh Allah di fajar pagi, ketika matahari dipancarkan kembali oleh qudrah Allah Swt., di hari dekat ke depan.” Itulah tulisan sekaligus doa Mbah Nun, tatkala beliau melihat rentetan foto acara maiyahan Masyarakat Maiyah Cirebes—tepatnya pada tahun 2019 di Losari, Cirebon. Kalimat cinta itu menjadikan kita, sebagai anak-cucunya, sangat bersyukur kepada […]

Pada hari Sabtu, 25 Januari 2025, bertempat di halaman Ponpes Al-Maarif Desa Jatiseeng Kecamatan Ciledug Kabupaten Cirebon, Masyarakat Maiyah Cirrebes melaksanakan puji syukur atas tujuh tahun keistiqomahanya bermaiyahan dengan mengangkat tema “Pitulangan”. Merujuk pada angka tujuh yang dalam bahasa Jawa “pitu”, tema pitulungan ini bermaksud meminta pertolongan kepada Allah Swt untuk semua jamaah Maiyah Nusantara, […]

Alhamdulillah rutinan maiyahan Simpul Masyarakat Maiyah Cirrebes bulan ini (30 Maret 2024) sangat penuh dengan kebahagiaan dan mudah-mudahan tersirami keberkahan. Selain karena bertepatan di bulan Ramadhan, maiyahan kali ini kedatangan Mas Sabrang Mowo Damar Panuluh. Ini adalah rezeki dari Allah untuk masyarakat Maiyah Cirrebes untuk menimba ilmu dari Mas Sabrang. Rutinan maiyahan bulan ini bertempat […]

Pada malam ini, 30 Maret 2024 Mas Sabrang akan menghadiri rutinan bulanan bersama Masyarakat Maiyah Cirrebes bertempat di Pendopo Balaidesa Pasuruan, Pabedilan, Cirebon. Semenjak sore hari para penggiat sudah mempersiapkan keperluan logistik dan memasang sound system di area acara. Rutinan Maiyahan kali ini akan membahas tema “Kenyang dan lapar” yang akan dimulai setelah shalat tarawih […]

Setiap bentuk perjalanan harus membuat pelakunya lebih baik dari sebelumnya, dalam hal ini sangat luas bentuk perspektifnya. Tetapi Mbah Nun pernah menguntai dalam sebuah lirik Jalan Sunyi “Akhirnya kutempuh jalan yang sunyi. Mendendangkan lagu bisu Sendiri di lubuk hati. Puisi yang kusembunyikan dari kata-kata. Cinta yang takkan kutemukan bentuknya”. Berusaha yang terbaik yang bisa kita […]

Sudah beberapa bulan ini kita tidak mendengarkan langsung nasihat-nasihat Mbah Nun dalam gelaran Maiyahan, namun beliau setiap saat selalu ada dan hadir dalam setiap majelis Maiyahan di mana pun tempatnya. Mbah Nun selalu hadir dalam semangat dan frekuensi batiniah setiap jamaah yang membimbing perilaku hidup untuk jauh lebih baik ke depan dan selalu terkoneksi dengan […]

Lalu-lalang kendaraan arus balik dan gegap gempita suasana lebaran masih terasa di wilayah Cirebon dan Brebes, khususnya daerah Pantura. Masih terdapat titik macet dan beberapa ruas perempatan dan arah putar balik yang masih diportal sehingga lumayan agak jauh jika berputar balik dari arah Cirebon ke Brebes atau sebaliknya. Tetapi pada hari Jumat 28 April 2023 […]

Hujan deras bada Maghrib sampai jam 9 malam tidak menyurutkan para penggiat dan jamaah Maiyah Cirrebes (Cirebon dan Brebes) untuk rutinan Tawashshulan, pada Selasa 7 Maret 2023 malam itu. Beberapa datang dengan basah kuyup sehingga tuan rumah menyediakan sarung untuk mengganti celana mereka yang basah. Kali ini Tawashshulan diselenggarakan di kediaman Mas Arif di desa […]

Setelah tadi malam di Kenduri Cinta Jakarta, malam ini (Sabtu, 11 Februari 2023), Mbah Nun hadir menemani teman-teman Jamaah Maiyah Cirrebes di Desa Babakan Kecamatan Babakan Cirebon Jawa Barat. Sejak tahun 2021, Mbah Nun memang sudah mengagendakan untuk menyambangi Simpul-Simpul Maiyah. Sedikit flashback, di tahun 2021, Mbah Nun menyambangi Bangbang Wetan dan Warok Kaprawiran. Kemudian […]

Sejak pagi bertempat di halaman Balai Desa Babakan Kecamatan Babakan Cirebon tengah berlangsung persiapan menjelang Maiyahan yang bertepatan dengan berprosesnya Maiyah Cirrebes memasuki usia ke-5 tahun. Tercurah rasa syukur kebahagiaan kami semua dengan kehadiraan Mbah Nun nanti malam, setelah tadi malam beliau membersamai para jamaah Maiyah Kenduri Cinta Jakarta. Malam ini mari kita melingkar bersama-sama, […]

Diskusi Maiyah Cirrebes bulan ini diawali dengan menyelami kembali kisah Garuda Menebus Ibu Pertiwi sebagaimana dituturkan Mbah Nun. Kisah itu mengajak kami melihat Garuda bukan sekadar sebagai lambang negara, melainkan sebagai simbol manusia yang rela menjalani laku demi membebaskan ibunya dari perbudakan. Garuda tidak berangkat untuk mencari kemuliaan bagi dirinya sendiri, tetapi untuk menghadirkan kemerdekaan […]

Saudara-saudaraku jama’ah maiyah. Di rutinan Maiyah Cirrebes bulan ini, kami ingin mengajak semuanya untuk terlebih dahulu khusyu menjadi “anak-cucu” yang sedang bermanja dengan Mbah-nya. Membenakkan dalam batin, duduk dan bertawashulan bareng bersamanya. Kemudian, Mbah Nun menceritakan penggalan sebuah kisah “Garuda”, dengan harapan kita anak cucunya, bisa menguraikan muatan esensinya, merumuskan arah tujuanya, dan menginternalisasikan dalam […]

Tumpeng nasi kuning dan peluncuran Buletin Cirrebes edisi perdana menghadirkan warna yang berbeda dalam rutinan Maiyah bulan Mei tahun ini. Keduanya menjadi simbol rasa syukur kepada Allah Swt. karena telah menghadirkan Mbah Nun dan Maiyah dalam kehidupan kita bersama. Rasa syukur tersebut kemudian menumbuhkan niat, tekad, dan doa yang termuat dalam tema maiyahan malam itu, […]

Apa yang sesungguhnya kita cari dalam kehidupan ini? Jangkar apa yang telah kita siapkan agar tetap tegak, tidak hanyut oleh arus dan ombak kehidupan yang tak selalu mampu kita kendalikan? Bersama siapa kita mengarungi kehidupan ini? Yakin kah kita pada diri sendiri? Bersediakah kita tenggelam dalam kebodohan atau terseret badai kehampaan dan kekosongan diri? Sudahkah […]

Mengangkat tema “Warasatul Maiyah”, suasana ngaji bareng Masyarakat Maiyah Cirrebes menjadi semakin kaya akan keberagaman—baik dalam suasana hati, pikiran, maupun laku ngelmu. Semua terasa begitu hidup. Ekspresi jamaah dalam bersinau tampak jelas, menyimpan tantangan, keseriusan, dan tentu saja harapan. Tema “Warasatul Maiyah” menghadirkan beragam sudut pandang dari setiap jamaah. Salah satu penggiat Maiyah Cirrebes mengajak […]

Setelah selesai melaksanakan tawashshulan, muqaddimah bertema Mudik ke Fitrah Indonesia pun dijabarkan oleh salah satu penggiat masyarakat Maiyah Cirrebes. Setiap manusia pasti memiliki kerinduan. Namun, mengapa manusia berbondong-bondong begitu bersemangat untuk bertemu keluarga ketika Idul Fitri? Apakah di luar Idul Fitri mereka tidak memiliki semangat yang sama? Lalu, apakah Idul Fitri itu sendiri yang menjadi […]

Momen mudik dalam rangka kembali menemui, berbaur, dan bermesraan dengan keluarga, sahabat, serta tetangga di hari raya Idul Fitri merupakan benih fitrah kesucian. Ia menjadi jalan untuk memperkuat akar persaudaraan, menumbuhkan batang persatuan, memperlebar daun-daun kemesraan, serta menghadirkan bunga-bunga ketenteraman dan kebersahajaan dalam ekosistem kekeluargaan dan kemasyarakatan. Di desa, menjelang Idul Fitri, suasana kebersamaan begitu […]

Acara Maiyah Cirrebes edisi 28 Februari 2026 mengangkat tema Pusaka Puasa sebagai ajakan untuk menjaga pusaka spiritual dalam perjalanan hidup. Kegiatan diawali dengan tawashulan, kemudian dilanjutkan dengan refleksi kehidupan jamaah yang diarahkan pada tema Pusaka Puasa untuk di-titeni, di-sinau-i, serta dibagikan nilai dan pengalamannya kepada sesama. Salah satu penggiat Maiyah Cirrebes menegaskan bahwa pusaka maiyahan […]

Malam sinau bareng di Maiyah Cirrebes, 31 Januari 2026—hari lahir Maiyah Cirrebes yang kedelapan—dibuka dengan tawashulan dan sebuah flashback. Om Heru Nugraha, penggiat maiyah Cirrebes yang paling sepuh, mengajak jamaah untuk mengenang kembali kehadiran Ki Rastani pada ulang tahun tahun lalu (2025). Kehadiran yang rupanya masih terasa hingga kini, jauh melampaui sekadar momen seremonial. Ia […]

Dalam rangka memperingati hari lahir Masyarakat Maiyah Cirrebes yang ke-8, momentum ini tidak hanya menandai bertambahnya usia, tetapi juga pendalaman makna perjalanan—delapan tahun menapaki jagad ngelmu sebagai ladang tumbuh kesadaran, tempat ilmu tidak berhenti di pikiran, melainkan menjelma laku, mematangkan kerendahan hati kepada Allah, dan menguatkan ikhtiar mencintai Rasulullah dalam setiap denyut kehidupan. وَمَا أَرْسَلْنَاكَ […]