Hidup tidak pernah lepas dari perbedaan. Dari sini kita perlu belajar satu ilmu dasar—membedakan tanpa membenci. Karena tidak semua yang berseberangan adalah musuh; sebagian justru menjadi jalan kita untuk belajar memahami. Momentum Idul Fitri memberi kita pelajaran penting. Dalam banyak tulisan Mbah Nun, Idul Fitri bukan sekadar saling memaafkan secara lisan, tetapi kembali ke kejernihan […]
Mukaddimah
Sinau Bareng malam ini mengusung tema “Bobo(do)ran Shiyam”, sebuah plesetan dari boboran (kelahiran) istilah yang lazim digunakan saat momentum lebaran 1 Syawal, khususnya di tatar pasundan. Suguhan tema yang mengajak kita merenungi makna terdalam dari ibadah puasa. Kata “boboran” yang identik dengan suasana Idul Fitri kita tarik lebih dalam untuk renungan bersama menjadi “bobo(do)ran”—sebuah isyarat […]
Dalam pengajian ala Emha Ainun Nadjib, kata bukan cuma bunyi, melainkan pintu masuk ke kesadaran. “Lebaran” sering kita pahami sebagai hari raya, tetapi secara batin, ia adalah momen “usai”. Selesai dari perjalanan panjang menahan diri. Lebaran bukan titik akhir. Melainkan ambang baru: apakah kita benar-benar selesai dari nafsu, atau hanya selesai dari jadwal puasa? Lalu […]
Pintu Sewindu, mengenang perjalanan sewindu atau delapan tahun menuju pintu yang baru, setelah sewindu pintu yang lalu dengan cerita belajar yang menarik, berharap menuju pintu yang lebih baik. Pintu bisa menjadi simbol sebuah langkah, dari dalam ke luar, atau dari luar ke dalam. Memberi makna bahwa perjalanan kehidupan adalah belajar dari luar untuk memasukkan ke […]
Jika ilmu diibaratkan sebagai sebuah “kota”, mengapa ia memiliki “pintu”? Apa yang sebenarnya dijaga oleh pintu itu, akses, adab, atau cara memahami? Lalu, apa yang terjadi jika seseorang masuk tanpa melaluinya? Di zaman sekarang, ketika informasi terasa terbuka ke segala arah, apakah kita masih mengenal konsep “pintu”, atau justru merasa bisa langsung masuk ke mana […]
Di suatu kedalaman yang tak selalu terjangkau oleh kata, manusia pernah mengenal sebuah cara mendengar yang tidak bersandar pada suara. Ia tidak membaca, tidak menafsir, tidak pula merangkai makna—ia langsung memahami. Di sana, antara Sang Pencipta dan ciptaan, tidak ada jarak yang harus dijembatani oleh bahasa. Yang ada hanyalah kehadiran yang utuh, dan pemahaman yang […]
Ramadhan telah pergi, meninggalkan jejak sunyi di hati kita. Sehari penuh lapar, sebulan penuh menahan diri, tapi pertanyaannya; apakah kita pulang dengan jiwa yang ringan, atau masih membawa beban lama? Idul Fitri bukan sekadar hari yang dirayakan. Ia adalah cermin bagi siapa kita sesungguhnya. Apakah kita kembali seperti sebelumnya, atau lahir kembali sebagai manusia baru, […]
Dalam terminologi Sunda, boboran adalah lebaran. momen pulang, momen membersihkan, momen merenggangkan yang sempat mengeras. Sementara babaran adalah kelahiran. munculnya yang baru, lahirnya sesuatu ke dunia. Dua kata ini seperti berdiri sendiri. Padahal barangkali mereka satu tarikan napas. Apa arti lebaran jika tidak melahirkan apa-apa? Apa arti kembali jika tidak ada yang berubah? Boboran sering […]
Jika sebuah peradaban dibangun tanpa ada rasa bersalah di dalam diri setiap individu dari peradaban tersebut, apa jadinya jika sebuah Bangsa tidak punya rasa bersalah? Apa jadinya jika keluarga, kelompok dan setiap individunya tidak ada rasa bersalah? Apakah peradaban tersebut akan bertahan lebih lama? Apakah jika sebuah hubungan sosial maupun keluarga mampu bertahan jika rasa […]
Momen mudik dalam rangka kembali menemui, berbaur, dan bermesraan dengan keluarga, sahabat, serta tetangga di hari raya Idul Fitri merupakan benih fitrah kesucian. Ia menjadi jalan untuk memperkuat akar persaudaraan, menumbuhkan batang persatuan, memperlebar daun-daun kemesraan, serta menghadirkan bunga-bunga ketenteraman dan kebersahajaan dalam ekosistem kekeluargaan dan kemasyarakatan. Di desa, menjelang Idul Fitri, suasana kebersamaan begitu […]
Dalam momentum apa sebenarnya kita menyadari bahwa Din Al-Islam itu penting? Tentu dalam konteks ini, berislam bukan sekadar merasa paling benar atau “kepedean”, melainkan sebuah sikap. Meskipun Tuhan telah menegaskan bahwa tidak ada paksaan dalam beragama, para pewaris Nabi tak henti-hentinya menyuarakan pesan suci. Sayangnya, kita sering kali masih sibuk mengotak-ngotakkan, melakukan framing, hingga mengalami […]
Meneruskan sikap eling lan waspada sebagaimana yang sudah dibahas di edisi sebelumnya, rutinan Pasebanan edisi 107 di bulan Maret 2026 ini akan kembali mengelaborasi pitutur luhur yang ada di buku Tadabbur Maiyah Padhangmbulan, pada Bagian Pertama, halaman 74-77, dengan tajuk: Alamat Manusia di Semoga dan Mudah-mudahan. Semoga Tadabbur dari Q.S. Al-Baqarah: 216 yang ditulis oleh […]
Dalam kehidupan ini, kita tentu tidak pernah lepas dari sebuah dimensi unik bernama “ruang”. Perihal ini memiliki banyak keragaman menurut bentuk, fungsi, serta konteks. Namun, ada sebuah “ruang” yang terasa sangat unik untuk didiskusikan. Ruang ini bernama kemungkinan. Konteks ini merujuk pada sebuah sifat absurditas yang melingkupi ruang kemungkinan tersebut. Mengapa absurd? Karena pada dasarnya […]
Dalam Al-Qur’an kita mendengar seruan: wal ‘ashr (demi masa), wad-dhuha (demi waktu dhuha), wal fajr (demi fajar). Waktu tidak pernah netral. Ia adalah ruang tanda-tanda, menyimpan pola, arah, dan peringatan. Seolah-olah mengingatkan: kalau engkau tak mampu membaca waktu, engkau akan tergilas olehnya. Di sinilah manusia diberi keistimewaan dibanding makhluk lain. Kemampuan untuk menyadari, memahami, dan […]
Teman-teman, kita sedang berada di pertengahan Ramadlan. Di antara awal puasa yang telah kita lewati, dan Idul Fitri yang sedang kita tuju. Setiap hari selama Ramadlan kita menahan lapar, menahan haus, dan berusaha menahan banyak hal di dalam diri kita. Tapi mungkin ada satu pertanyaan yang jarang benar-benar kita renungkan bersama: sebenarnya kita ini sedang […]
Jauh sebelum raga menyentuh bumi dan hiruk-pikuk kekuasaan diperdebatkan, setiap jiwa telah menandatangani kontrak purba di alam Sulbi. Sebuah ikrar tauhid di hadapan Sang Maha Cahaya: “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Kita menjawab, “Betul, kami menjadi saksi.” Inilah akar kepemimpinan yang sesungguhnya—sebuah amanah untuk memimpin diri sendiri agar tetap setia pada jalur kepulangan. Di tengah krisis […]
Setiap Ramadlan tiba, ada pemandangan yang nyaris berulang. Pusat perbelanjaan akan ramai dipenuhi pengunjung pada pekan terakhir. Diskon ritel modern digelar besar-besaran, bahkan dipromosikan di berbagai platform media sosial. Konten “War Takjil” berseliweran di jagad dunia maya. Agenda buka bersama menumpuk memenuhi catatan kalender, dari yang sederhana hingga yang mewah. Meja makan difoto, antrean pembelian […]
وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ ۗوَلَلدَّارُ الْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لِّلَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ “Dan kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau. Sedangkan negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?” (QS. Al-An’am: 32). Demikianlah salah satu pendangan islam tentang kehidupan yang dikutip dari Firman Allah Ta’ala. Terlepas dari apa […]
DI DUNIA ISLAM, hanya di Nusantara (Melayu Asia Tenggara) dimana Bulan Ramadlan disebut juga ‘bulan puasa’. Asalnya dari bahasa Sanskerta, upawasa. Penyebutan bulan ini dalam konstruk linguistik Sanskerta tentu bukan kebetulan kultural belaka, dan bukan pula bentuk sinkretisme. Justru, ia menunjukkan rekam jejak kesinambungan wahyu di umat-umat terdahulu, yang alhamdulillah ditakdirkan bertemu dengan apik di […]
Dalam kisah Kresna Duta, kita mengenal sebuah peristiwa yang tampak sederhana, tetapi sesungguhnya menyimpan ketegangan batin yang luar biasa. Kresna datang ke Hastinapura bukan sebagai panglima perang, melainkan sebagai utusan damai. Ia berbicara dengan kata-kata yang tertata, dengan niat yang jernih: mencegah perang, menghindari tumpahnya darah di Padang Kurusetra. Namun kita juga tahu, di balik […]
Menampilkan 21-40 dari 373























