Dalam kehidupan ini, kita tentu tidak pernah lepas dari sebuah dimensi unik bernama “ruang”. Perihal ini memiliki banyak keragaman menurut bentuk, fungsi, serta konteks. Namun, ada sebuah “ruang” yang terasa sangat unik untuk didiskusikan. Ruang ini bernama kemungkinan.
Konteks ini merujuk pada sebuah sifat absurditas yang melingkupi ruang kemungkinan tersebut. Mengapa absurd? Karena pada dasarnya suatu kemungkinan/probabilitas bersifat ilusif dan nyata dalam waktu yang bersamaan, sehingga seolah menimbulkan sebuah paradoks tersendiri. Ilusif dalam hal proses penentuan opsi dari beragam hasil kemungkinan yang akan dan/atau telah terjadi. Sementara itu, yang nyata adalah output dari hasil peluang yang muncul serta menjadi validasi final dari beragam opsi tadi.
Ada beragam faktor serta variabel yang memengaruhi terciptanya kemungkinan, di antaranya: plasibilitas, kausalitas, dan wawasan intelektual (pengetahuan). Pada dasarnya setiap kemungkinan diciptakan dan bukan secara mutlak terjadi karena faktor ketidaksengajaan (keberuntungan, keajaiban, dan semacamnya).
Jadi, pada dasarnya dalam seluruh kehidupan ini kita, dengan atau tanpa sadar, telah hidup di dalam sebuah ruangan unik ini untuk waktu yang panjang. Bahkan segala sesuatu yang kita lakukan, kita pikirkan, atau bahkan kita rasakan tak lepas dari ruang kemungkinan ini. Perlu juga kita sadari bahwa kemungkinan-kemungkinan tersebut telah atau akan memberikan dampak dalam kehidupan kita sehari-hari. (Red. Lumbung Bailorah)








