
Hasil untuk "Semesta"
Ditemukan 21 hasil (20 artikel, 1 simpul).
Simpul Terkait

Artikel Terkait

MERAJUT SEMESTA DARI SERPIH-SERPIH HARAPAN KECIL
Ada sebuah rahasia kecil di balik keagungan semesta ini: ia tumbuh dari benih-benih yang kecil. Sebuah pohon beringin raksasa, yang akarnya mencengkeram bumi dan dahannya memayungi banyak kehidupan, berawal dari biji kecil yang jatuh di tanah. Begitu juga dengan perubahan besar dunia ini, selalu dimulai dari lingkup kecil yang kita sebut lingkungan. Namun, keyakinan adalah […]

Menyusuri Semesta Maiyah
Semakin ke sini, waktu bukan lagi berjalan, tetapi berlari. Setahun berlangsung amat singkat. Kilat. Tak terasa, 2022 telah purna. Dan kini langkah kita telah memasuki halaman pertama di tahun 2023. Seiring bertambahnya angka tahun, tambah pula digit usia kita. Itu menurut kacamata awam manusia. Kacamata Tuhan malah sebaliknya. Jatah usia kita di dunia justru telah […]

Peringati Ulang Tahun Ke-6, Simpul Maiyah Semesta Teguhkan Ilmu Penghidupan
Menapaki usia yang ke 6 tahun, simpul Maiyah Lamongan mencoba merefleksikan rasa syukur dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial, di antaranya workshop-workshop dan dipuncaki dengan gelaran Sinau Bareng dengan tema “Ngenam Syukur”. Melengkapi sinau bareng yang digelar setiap akhir bulan, untuk moment ulang tahun kali ini Semesta lebih menekankan pembahasan tentang ilmu penghidupan, setelah sebelumnya banyak […]

Metronom
METRONOM adalah alat untuk menciptakan interval yang kecepatannya adjustable, fungsinya untuk mengukur tempo. Ukuran tempo-nya menggunakan bunyi (atau tanda visual), dengan satuan detak per menit. Metronom menyimulasikan fenomena alamiah dalam semesta yang bisa bersifat organik, semisal denyut nadi atau detak jantung mamalia, atau fenomena elektromagnetik semisal pulsar. Ini bintang neutron dengan core hyper-magnetic dan mengeluarkan […]

Akhlak Bukan Wacana, Melainkan Laku Hidup
Seperti biasanya, majelis diawali dengan tawashshulan yang dipimpin oleh Mas Oni. Malam itu cuaca cerah, terang rembulan juga membersamai kita, setelah sorenya langit Lamongan turun hujan. Suasana malam yang tenang itu dibersamai dua puluh tiga jamaah yang duduk melingkar. Tawashshulan dipanjatkan sebagai pengikat niat, mengkondisikan batin jamaah agar siap memasuki ruang belajar bersama. Menurut salah […]

Trusthaning Indrya Nduwaraning Jagad
Sejak pagi hingga sore hari, hujan mengguyur Ponorogo tanpa jeda. Seolah langit ingin memastikan bahwa sesuatu yang akan dimulai kembali harus lebih dulu dibasuh. Bukan untuk menghalangi, melainkan untuk menjernihkan niat dan menyiapkan ruang. Setelah sempat vakum sejak pandemi korona, Sinau Bareng Waro’ Kaprawiran akhirnya kembali digelar. Tema yang dipilih adalah Kawitan—sebuah ikhtiar untuk ngawiti […]

JAGAD NGELMU
Dalam rangka memperingati hari lahir Masyarakat Maiyah Cirrebes yang ke-8, momentum ini tidak hanya menandai bertambahnya usia, tetapi juga pendalaman makna perjalanan—delapan tahun menapaki jagad ngelmu sebagai ladang tumbuh kesadaran, tempat ilmu tidak berhenti di pikiran, melainkan menjelma laku, mematangkan kerendahan hati kepada Allah, dan menguatkan ikhtiar mencintai Rasulullah dalam setiap denyut kehidupan. وَمَا أَرْسَلْنَاكَ […]

SINAU BARENG ARISTEKTUR JIWA BERSAMA GUYURAN HUJAN
Sabtu malam itu, hujan turun cukup lebat di beberapa wilayah Pasuruan. Langit gelap dan jalanan basah tak menyurutkan langkah para sedulur untuk kembali melingkar dalam Majelis ‘Ilmu Muhammad Ainun Nadjib yang digiatkan Paseduluran Maiyah Pasuruan. Di Gubug Kuliner Ati Jembar, Suwayuwo, satu per satu sedulur berdatangan. Gus Ishom menyambut mereka dengan senyum hangat, seolah hujan […]

Millata Hanifa
JAKARTA hari itu diguyur cuaca yang tak menentu. Hujan, panas, gerimis, lalu hujan kembali silih berganti sejak siang. Namun ketika malam tiba, perubahan cuaca itu justru menjadi latar yang mengantar jamaah berkumpul, menyiapkan diri memasuki Kenduri Cinta edisi Januari 2026. Tepat pukul 20.00 WIB, forum dibuka dengan pembacaan Tawashshulan. Mizani, Munawir, Haddad, Rizal, dan Awan duduk […]

GARUDA SEJARAH: TADABBUR PENTINGNYA BELAJAR SEJARAH
Tulisan ini merupakan refleksi (dan reportase) atas tema Sinau Bareng rutin teman-teman Ma’syar Mahamanikam pada Oktober 2025 silam. Tema yang diangkat adalah Garuda Sejarah. Sesuai tema, ada 2 kata yang perlu kita tadabburi yakni “Garuda” dan “Sejarah”. Kalau misal judulnya adalah “Sejarah Garuda”, berarti fokus yang kita bahas itu sejarah tentang garuda. Dalam konteks keindonesiaan, […]

MEREFLEKSI DIRI DAN BANGSA MELALUI KESADARAN TITIK BALIK
Sabtu malam, 27 Desember 2025. Kami berkumpul di Gubug Kuliner Ati Jembar dengan Gus Ishom sebagai tuan rumah. Hujan sempat singgah sebentar di Pandaan, seolah membersihkan hari sebelum malam benar-benar dimulai. Setelah itu langit cerah, dan satu per satu sedulur datang saling bersalaman dan bertukar kabar. Sebelum memulai diskusi, acara dibuka dengan mengirimkan doa Al-Fatihah […]

SINAU KEWAJARAN MANUSIA
Majelis Ilmu Muhammad Ainun Najib Malam itu Maiyahan dimulai dua orang. Syafril Teha Noer (Buya) dan Suhartono. Sementara yang lain masih dalam perjalanan. Dimulai dengan pertanyaan bagaimana manusia tetap menjaga kewajaran dalam kesetiaan berjuang me-manage. Seperti dalam daur Mbah Nun berjudul “Kewajaran”. Buya memulai dengan cerita di mana keadaan membuat masa kelas 2 SD dihabiskan […]

SAMBUNG SEDULUR BUKAN PROYEK SOSIAL BUKAN SLOGAN KEBUDAYAAN
26 Tahun Gambang Syafaat. Masjid Agung Jawa Tengah, 25 Desember 2025. Mulanya saya datang untuk memenuhi undangan, namun ketika sudah duduk melingkar dan mulai menyimak, kata: “Tamu”, pelan-pelan mulai gugur. Di Maiyah undangan bukan status, tapi jembatan. Kita tidak disambut untuk dipersilakan, namun disertakan. Malam itu terasa begitu khidmat, seolah menjelma ruang kegembiraan. Tentu saja […]

Semau-maumu
Selamat datang di zaman “semau-maumu”. Penguasa rebutan kuasa atas perut bumi Paguyuban masyarakat ikut antre jatah tambang. Rakyat di bawah ikut bersorak selama ada bantuan dan subsidi. Semua mau hidup “seenaknya sendiri” menuruti nafsu, tapi lupa bahwa semua pilihan pasti ada akibatnya. Hutan habis, sungai menghitam, udara jadi racun, tapi kita masih bisa bercanda: “Yang […]

LAKON KHALIFAH
Beberapa upaya untuk memisahkan spiritualitas, dalam hal ini Tuhan dan agama, dari kepentingan publik dan politik kini semakin masif dilakukan. Terutama kepada generasi muda yang mudah di-brainwash dalam proses pencarian jati diri. Itulah sasaran empuk sekularisme. Para pemuda dibombardir narasi-narasi “Barat” agar tidak percaya diri terhadap budaya dan agamanya sendiri; didorong mengikuti arus pemikiran modern […]

RESONANSI PENGALAMAN SANGKAN PARAN MAJELIS ‘ILMU MAIYAH
Kenikmatan, keteduhan, dan ketenteraman batin-lahir yang saya alami selama diperjalankan hadir dalam Silaturahmi Nasional (Silatnas) Penggiat Simpul Maiyah, pada 6-7 Desember 2025 di Rumah Maiyah, Kadipiro, Yogyakarta bukan hanya soal rasa nyaman yang berhasil menyentuh hati saya. Lebih dari itu, Ada berlapis-lapis rasa yang lebih mendalam, seperti pintu terbuka yang mempersilakan saya masuk ke ruang […]

KEKASIH ABADI
Sebuah dongeng, seekor anjing besar milik seorang raja mengamuk di jalanan. Ia menghancurkan, menggingit, menakuti siapa saja yang ia temui. Di dalam sebuah surau (mushola jaman mbien), ada seorang santri alim – si ustadz, sebut saja. Ia baru saja pulang belajar pada seorang Syaikh di puncak gunung. Belajar kesabaran, hukum-hukum, bahkan “melihat Tuhan”, sebagai kekasih […]

MEMBACA KEMBALI HOS COKROAMINOTO dan Hatta
Yogyakarta, Jum’at (12/9/2025). Maiyah Lingkar Mahasiswa (MLM) berkolaborasi dengan Maiyah Mafaza Eropa menggelar diskusi dengan “Islam, Sosialisme dan Gerakan Sosial: Membaca ulang HOS Tjokroaminoto dan Hatta”, dengan dua pemateri yaitu Mas Adytia Wijaya dan Bapak Siswa Santoso. Acara tersebut dilaksanakan di Rumah Maiyah Kadipiro. Diskusi ini merupakan lanjutan yang ke-3 dari diskusi critical thinking sebelumnya. […]

“GEGOLET” MENYELAMI MASA SILAM UNTUK KINI DAN AKAN DATANG
Malam itu (Rutinan Maiyah Cirrebes, 28 Juni 2025, bertempat di Pendopo Desa Pasuruan, Pebedilan, Cirebon) kita berkumpul dalam semangat gegolet—sebuah kata sederhana tapi punya getaran makna yang dalam: proses pencarian. Kata ini umum dipakai oleh orang Jawa, khususnya rumpun Banyumasan, dan Losari adalah salah satu daerah yang masih aktif memakainya. Akar katanya adalah golet, yang […]

KADO MUHAMMAD
Di tengah gelombang zaman yang bergerak semakin cepat meninggalkan manusia yang belum selesai memahami dirinya sendiri, Maiyah hadir sebagai jeda yang memanusiakan. Peradaban hari ini melaju tanpa rem, dipacu oleh kecanggihan teknologi, namun justru menghasilkan kekacauan dalam sistem sosial, krisis makna, dan keringnya batin manusia. Di tengah pusaran dunia yang gaduh, Maiyah menjadi ruang hening, […]




