Kategori

Mukaddimah

Arkeologi FitrahMukaddimah

Teman-teman, kita sedang berada di pertengahan Ramadlan. Di antara awal puasa yang telah kita lewati, dan Idul Fitri yang sedang kita tuju. Setiap hari selama Ramadlan kita menahan lapar, menahan haus, dan berusaha menahan banyak hal di dalam diri kita. Tapi mungkin ada satu pertanyaan yang jarang benar-benar kita renungkan bersama: sebenarnya kita ini sedang […]

11 Maret 2026
Kepemimpinan SulbiMukaddimah

Jauh sebelum raga menyentuh bumi dan hiruk-pikuk kekuasaan diperdebatkan, setiap jiwa telah menandatangani kontrak purba di alam Sulbi. Sebuah ikrar tauhid di hadapan Sang Maha Cahaya: “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Kita menjawab, “Betul, kami menjadi saksi.” Inilah akar kepemimpinan yang sesungguhnya—sebuah amanah untuk memimpin diri sendiri agar tetap setia pada jalur kepulangan. Di tengah krisis […]

11 Maret 2026
Peragian JiwaMukaddimah

Setiap Ramadlan tiba, ada pemandangan yang nyaris berulang. Pusat perbelanjaan akan ramai dipenuhi pengunjung pada pekan terakhir. Diskon ritel modern digelar besar-besaran, bahkan dipromosikan di berbagai platform media sosial. Konten “War Takjil” berseliweran di jagad dunia maya. Agenda buka bersama menumpuk memenuhi catatan kalender, dari yang sederhana hingga yang mewah. Meja makan difoto, antrean pembelian […]

10 Maret 2026
Amal RacingMukaddimah

وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ ۗوَلَلدَّارُ الْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لِّلَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ “Dan kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau. Sedangkan negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?” (QS. Al-An’am: 32). Demikianlah salah satu pendangan islam tentang kehidupan yang dikutip dari Firman Allah Ta’ala. Terlepas dari apa […]

7 Maret 2026
Upa AngkaraMukaddimah

DI DUNIA ISLAM, hanya di Nusantara (Melayu Asia Tenggara) dimana Bulan Ramadlan disebut juga ‘bulan puasa’. Asalnya dari bahasa Sanskerta, upawasa. Penyebutan bulan ini dalam konstruk linguistik Sanskerta tentu bukan kebetulan kultural belaka, dan bukan pula bentuk sinkretisme. Justru, ia menunjukkan rekam jejak kesinambungan wahyu di umat-umat terdahulu, yang alhamdulillah ditakdirkan bertemu dengan apik di […]

5 Maret 2026
TiwikramaMukaddimah

Dalam kisah Kresna Duta, kita mengenal sebuah peristiwa yang tampak sederhana, tetapi sesungguhnya menyimpan ketegangan batin yang luar biasa. Kresna datang ke Hastinapura bukan sebagai panglima perang, melainkan sebagai utusan damai. Ia berbicara dengan kata-kata yang tertata, dengan niat yang jernih: mencegah perang, menghindari tumpahnya darah di Padang Kurusetra. Namun kita juga tahu, di balik […]

5 Maret 2026
Tirakat Ahsani TaqwimMukaddimah

Setiap Ramadan tiba, kita diwajibkan menjalankan ibadah puasa. Dalam ajaran Islam, kewajiban selalu berkaitan dengan kemampuan, sebagaimana prinsip bahwa Allah tidak membebani di luar kesanggupan hamba-Nya. Puasa dapat dibaca sebagai bentuk pengakuan Tuhan atas kapasitas rasional manusia. Lalu, potensi apa yang sebenarnya sedang diuji melalui kepercayaan itu? Mbah Nun pernah menyampaikan bahwa puasa adalah metode […]

2 Maret 2026
Kode Etik +26Mukaddimah

‎Kadang kita merasa negeri ini baik-baik saja. Masjid ramai, pengajian hidup, doa tidak pernah sepi. Tapi di sisi lain, kita juga sering menyaksikan amanah yang bocor, janji yang ringan diucap tapi berat ditepati, dan ruang digital yang lebih panas daripada ruang tamu kita sendiri. Ada sesuatu yang seperti belum selesai dalam diri kita. Pertanyaannya: apa […]

26 Februari 2026
Irigasi 8 Asnaf: Gerak Pulang Hati PetaniMukaddimah

Tema kali ini menyoroti delapan bilah masyarakat yang berhak atas zakat. Kita coba menelaah lebih dalam makna 8 asnaf ini. Bagaimana 8 asnaf ini dalam kosmologi tani Nusantara—masyarakat yang menumbuhkan bulir padi dengan gotong royong hidup, dan menjadikannya penopang kehidupan sosial. Zakat, yang secara sejarah pun tumbuh dalam masyarakat agraris-perdagangan di Mekkah dan Madinah, lahir […]

26 Februari 2026
Pro-eksistensi IlahiahMukaddimah

Kita hidup di zaman yang sering disebut sebagai era post-truth—istilah yang menggambarkan keadaan ketika opini dan emosi sering lebih dipercaya daripada fakta dan kebenaran. Sesuatu bisa dianggap benar karena banyak yang membagikan (viral/trend). Sebuah kabar terasa sah karena sesuai dengan perasaan. Lalu, di tengah keadaan seperti ini, apakah kebenaran masih dicari, atau hanya dipilih sesuai […]

26 Februari 2026
PamBUKOMukaddimah

Kalau kita puasa, maka buka puasa itu menjadi wajib saat adzan magrib berkumandang. Kita tidak diperbolehkan terus berpuasa meskipun sudah waktu magrib, karena syariatnya ya harus buka. Kalau terus puasa tanpa berbuka, bisa jadi bernafsu puasa namanya. Buka dalam bahasa jawa adalah BUKO. Entah dengan apa bukonya, entah air putih, kurmo, kolak, yang penting membatalkan […]

26 Februari 2026
KeseimbanganMukaddimah

Keseimbangan bukanlah sebuah hasil akhir atau titik henti dan ia tidak pernah hadir secara tiba-tiba, Keseimbangan adalah sebuah garis yang mesti kita perjuangkan dan kita tempuh secara sadar dan terus menerus. Dalam ruang Sinau Bareng dan Taddabbur ini, kita diajak untuk terus mengolah kebenaran subjektif masing-masing agar tidak berhenti disitu saja. Melalui ruang ini kita […]

25 Februari 2026
PancegMukaddimah

Dalam terminologi Sunda, Panceg berarti teteg, ajeg, tee oyag ku kaayaan—tegak, mantap, tidak mudah goyah oleh keadaan. Namun panceg bukan sekadar kaku berdiri. Di dalamnya ada kesadaran, ada ketenangan, ada keteguhan batin yang tidak mudah tercerabut oleh angin zaman. Bulan lalu sempat disentuh tentang taklifi—tentang beban, amanah, dan kapasitas manusia menerima tanggungan hidup. Sekilas saja: […]

25 Februari 2026
Blind SpotMukaddimah

Disadari atau tidak oleh kita semua, terlalu banyak waktu yang kita miliki terbuang di jalan raya, tidak terlalu berlebihan kiranya jika kita katakan untuk saat ini setengah jatah umur semua orang dihabiskan di jalan, semuanya dikarenakan kemacetan parah yang terjadi di jalan. Setiap harinya begitu banyak titik kemacetan yang dilewati oleh setiap orang, tidak terkecuali […]

25 Februari 2026
Netes WinatesMukaddimah

Netes winates adalah ikhtiar memunculkan kembali kesadaran manusia akan batas. Netes berarti menetas—lahir perlahan melalui proses, pengalaman, dan permenungan. Sedangkan winates berarti batas, ukuran, atau kadar. Tema ini tidak mengajak manusia untuk berhenti bergerak, apalagi menyerah pada keadaan, tetapi mengajak untuk berhenti sejenak agar mampu melanjutkan hidup dengan arah yang lebih jernih. Di zaman banjir […]

19 Februari 2026
Wardrobe KemanusiaanMukaddimah

Sandang, pangan, papan dalam khazanah Maiyah yang sering Mbah Nun sampaikan bukanlah urutan kebutuhan ekonomi semata, melainkan urutan prioritas martabat kemanusiaan. Mbah Nun mendekontruksi pemahaman umum yang menganggap bahwa makan (pangan) adalah utama untuk hidup. Padahal jika manusia hanya mengejar makan ia tidak beda dengan hewan. Sandang menjadi utama, bentuk Martabat dan Identitas. Membedakan manusia […]

19 Februari 2026
Ben TurahMukaddimah

Menapaki zaman akhir sering kali memunculkan dua wajah yang kontradiktif. Di satu sisi, ada yang merasa hidup dalam kedamaian karena merasa sudah memiliki bekal yang cukup. Namun di sisi lain, saat kita menyalakan TV, mendengarkan radio, hingga berselancar di lini masa media sosial, kegaduhan menyerbu tanpa ampun. Bukan lagi sekadar banjir informasi, melainkan tsunami informasi. […]

14 Februari 2026
Manusia Seluas Daratan dan Manusia Seluas SamudraMukaddimah

Manusia terbiasa bertanya: apa, siapa, mengapa, kapan, di mana, dan bagaimana. Enam pertanyaan itu sering kita arahkan pada peristiwa di luar diri. Kita ingin tahu apa yang terjadi, siapa pelakunya, mengapa itu muncul, kapan dan di mana berlangsung, serta bagaimana prosesnya. ‎ ‎Namun jarang sekali pertanyaan itu kita tujukan ke dalam. ‎ ‎Apa yang sebenarnya […]

12 Februari 2026
Ruang RinduMukaddimah

Seorang cenayang yang malang hidup di sebuah negara. Dia punya kelebihan membaca masa depan. Entah, kemampuannya diperoleh karena kesabarannya niteni, ataukah memang karunia dari Batara Kala yang dipercayainya, atau gabungan dari keduanya. Sayang disayang, cenayang itu dianggap gila oleh masyarakatnya, bocoran-bocoran tentang masa depan yang diperoleh dari visinya dan digembar-gemborkan, tidak ada yang mendengarkannya sama […]

12 Februari 2026
Ngeduk JeroMukaddimah

Kita hidup di zaman ketika banyak hal tampak berjalan, tetapi arah semakin kabur. Informasi berlimpah, teknologi maju, dan wacana berganti setiap hari. Namun di balik itu, makna terasa menipis, keseimbangan hidup goyah, dan manusia makin mudah lelah. Bukan karena kurang daya, melainkan karena kehilangan pijakan. Bisakah kita mengkalkulasi ulang langkah dan menggali makna lebih dalam […]

12 Februari 2026

Menampilkan 81-100 dari 419

Previous
/ 21
Next
HOME