Netes Winates

Mukaddimah Sendhon Waton Februari 2026

Netes winates adalah ikhtiar memunculkan kembali kesadaran manusia akan batas. Netes berarti menetas—lahir perlahan melalui proses, pengalaman, dan permenungan. Sedangkan winates berarti batas, ukuran, atau kadar. Tema ini tidak mengajak manusia untuk berhenti bergerak, apalagi menyerah pada keadaan, tetapi mengajak untuk berhenti sejenak agar mampu melanjutkan hidup dengan arah yang lebih jernih.

Di zaman banjir informasi seperti hari ini, manusia justru semakin bingung mengenali dirinya. Informasi melimpah, opini berseliweran, standar hidup bertumpuk-tumpuk, namun tujuan hidup semakin kabur. Banyak orang tahu banyak hal, tetapi tidak tahu sedang menuju ke mana. Dalam kebingungan itulah netes winates hadir sebagai ajakan reflektif: meninjau ulang diri, menakar ulang kebutuhan, dan menyadari kembali arti cukup.

Winates Bukan Kelemahan

Winates sering disalahpahami sebagai sikap pasrah, mudah menyerah, atau ketidakmauan untuk mencoba. Padahal winates justru adalah kesadaran akan proporsi. Orang yang tahu batas bukan orang yang kalah, melainkan orang yang tahu kapan melangkah, kapan berhenti, dan kapan mengalah.

Di era kelimpahan, manusia cenderung hidup dalam mode berlebihan: berlebihan informasi, konsumsi, ambisi, bahkan ekspresi diri. Kita teringat nasihat Kiai Mustofa Bisri bahwa “orang yang berlebih-lebihan dalam segala hal tidak akan bisa istiqamah.” Ketika hidup kehilangan batas, konsistensi pun runtuh. Awal dari banyak kerusakan—lingkungan, agama, sosial, keluarga, bahkan kerusakan diri—berakar dari satu hal yang sama: tidak tahu batas.

Mengenal winates berarti menyadari bahwa yang tidak terbatas dan tidak dapat dibatasi hanyalah Tuhan. Manusia justru mulia ketika ia sadar akan keterbatasannya.

Lihat juga

Netes winates adalah proses menetasnya kesadaran bahwa hidup tidak diukur dari seberapa banyak, tetapi seberapa cukup. Bahwa kekuatan manusia bukan terletak pada melampaui batas, melainkan pada kemampuan menjaga batas.

Di tengah dunia yang serba berlebihan, winates adalah jalan kewarasan. Sebab yang paling berbahaya bukanlah manusia yang lemah, tetapi manusia yang merasa tidak berbatas. Dan pada akhirnya, hanya Tuhan yang Maha Tanpa Batas. (Redaksi Sendhon Waton)

Lihat juga

Back to top button