Kategori

Mukaddimah

Mensyukuri Perulangan Tahun ke-73 Simbah Muhammad Ainun Nadjib dan ke-9 Lumbung BailorahMukaddimah

Menyadari bahwa setiap saat adalah langkah awal. Awal ternyata bukanlah monopoli para bayi. Setiap detik melangkah kita akan selalu ketemu awal. Setiap langkah yang kita lakukan boleh jadi hanyalah sebuah perulangan. Daur! Peradaban manusia sepanjang sejarah ini sesungguhnya adalah peradaban lingkaran. Perulangan terus menerus. Cokro manggilingan! Dan dalam tataran tauhid “Hidup adalah perjalanan melingkar: dariNya […]

15 Mei 2026
Kacantrikan Imaniah AmaliahMukaddimah

Pilihan tema Pasebanan edisi 109 di bulan Mei 2026 ini merujuk tulisan almarhum Mbah Fuad di bagian akhir Pengantar Tadabbur Maiyah Padhangmbulan, hal. 7: Mengapa Tadabbur. Kajian Al-Qur’an di Maiyah Padhangmbulan diarahkan kepada tadabbur karena dinilai sesuai dengan kebutuhan jamaah. Jamaah Maiyah Padhangmbulan sangat heterogen dan sebagian besar awam ilmu-ilmu keagamaan. Oleh karena itu, yang […]

8 Mei 2026
Sewindu Seribu RinduMukaddimah

Angka 8 (wolu) dalam falsafah Jawa dimaknai sebagai keberuntungan dan kebaikan yang tak terputus. Makna itu berkesinambungan dengan logo Tembang Pepadhang: tulisan latin yang menyambung menjadi satu kesatuan, mengibaratkan persaudaraan yang utuh di dalam forum. Maka perayaan 8 tahun Tembang Pepadhang ini bukan sekadar penanda waktu, melainkan pengingat bahwa kita diikat dalam laku yang sama. […]

8 Mei 2026
Cantrik di Zaman Digital: Menjaga Jeda, Merawat DaurMukaddimah

Apa jadinya seorang cantrik di zaman ketika orang merasa sudah berguru hanya karena menonton potongan video? Ketika keluasan ilmu diringkas menjadi konten, kedalaman nasihat dipadatkan menjadi caption. Tatkala pengalaman panjang seorang guru diiris-penggal menjadi kutipan-kutipan pendek yang mudah dibagikan. Lantas kapan sempat diendapkan? Hari ini, apa saja terasa kian dekat. Ilmu tinggal satu klik. Pengajian […]

7 Mei 2026
Al-Mukhtar Sang TerpilihMukaddimah

Al Mukhtar Thibil Qulub, Terpilih sebagai Penyembuh Hati. Hati yang tersakiti seringkali terasa seperti luka yang tak kunjung sembuh. Tapi, ada satu sosok yang bisa menjadi obat bagi luka itu: Sang Terpilih. Siapa Sang Terpilih itu? Dia bisa jadi teman, keluarga, atau bahkan diri sendiri. Yang pasti, Sang Terpilih adalah sosok yang hadir pada saat […]

6 Mei 2026
CantrikMukaddimah

Gusti… Betapa tuli pendengaran kami! Perkenankan, jika mungkin, di hari nanti kami bisa mendengar tidak dengan telinga kami yang amat terbatas ini, perkenankan juga kami mendengarkan tidak hanya suara-suara, yang amat sering menjebak jiwa dungu ini, tetapi juga mendengarkan apa pun saja: “cahaya, inti warna, sepi” – atau bisikan-Mu yang tiada terperi.—Emha Ainun Nadjib, syair […]

4 Mei 2026
Gung Ruang Gung JatiMukaddimah

Pada dasarnya fitrah manusia selalu berkeinginan suci dan secara kodrati cenderung pada kebenaran (hanif). Dengan kesadaran atau pikirannya, manusia selalu menginginkan sesuatu yang lebih baik begitu pun seterusnya. Manusia akan berupaya membuat hidupnya berharga atau bisa dianggap berharga bagi sekelilingnya, mengeksplorasi diri melalui tindakan dan berbagai kegiatan. Sistem kehidupan manusia pun selalu berkembang dari waktu […]

29 April 2026
Hayati MenghayatiMukaddimah

Kata hayati berasal dari akar kata Arab ḥayāt (حياة) yang berarti hidup. Dalam bahasa Indonesia, “hayati” bisa dimaknai sebagai: menghidupkan nilai. Sedangkan “menghayati” ialah bentuk aktif—proses. Kalau “hayati” adalah keadaan, maka “menghayati” adalah jalan menuju keadaan itu. Di tengah derasnya arus zaman yang bergerak cepat, manusia sering kali terjebak pada sekadar menjalani tanpa benar-benar menghayati. […]

27 April 2026
MisleukMukaddimah

Dalam bahasa Sunda, misleuk berarti terpeleset. Salah langkah. Meleset dari arah semula. Bukan jatuh dari tebing. Bukan pula sengaja menyimpang. Tetapi langkah yang keliru karena jalan licin, atau karena kurang waspada. Misleuk itu manusiawi. Yang berjalan pasti berpotensi misleuk. Yang diam saja yang tidak pernah terpeleset. Namun yang sedang dihadapi hari ini bukan sekadar kesalahan […]

25 April 2026
Bunuh Diri dan Lahir KembaliMukaddimah

Kata bunuh diri sering kali mengguncang hati. Ia terdengar keras, menakutkan, bahkan menyesakkan. Yang terbayang adalah keputusasaan, akhir dari segalanya, dan hilangnya harapan. Tetapi pada ruang makna yang sedang kita bangun bersama, bunuh diri, tidak kita pahami sebagai penghentian hidup secara fisik. Melainkan keberanian untuk melawan diri sendiri. Keberanian untuk menatap cermin, lalu dengan jujur […]

25 April 2026
Warasatul MaiyahMukaddimah

Hidup selalu berputar, itulah daur kehidupan. Ada yang datang, ada yang pergi, ada yang melarikan diri, dan ada yang kembali. Ada yang meminta, ada yang memberi; ada yang menuntut, ada yang pasrah. Ada yang saling menguatkan, dan ada pula yang mencoba melemahkan. Manusia diasah oleh kehidupan. Ada yang semakin tajam karena berpikir jernih, ada yang […]

25 April 2026
Sejarah Tandur lan WangsaMukaddimah

Ada satu cara melihat peradaban yang tidak dimulai dari perang, raja, atau teknologi—melainkan dari sesuatu yang lebih sunyi: seteguk air. Maka disampaikanlah kabar dari Allah kepada Nabi Adam AlaihisSalam melalui Malaikat Jibril : “Minumlah air ini, ini adalah air tawar yang halal bagimu. Janganlah engkau mengharamkan apa yang telah Allah halalkan, dan janganlah engkau menghalalkan […]

24 April 2026
Nandur TapakMukaddimah

Secara harfiah “Nandur Tapak” dapat dimaknai sebagai “Menanam Jejak”. Dalam kearifan lokal Sunda, ungkapan ini bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan filosofi hidup: setiap langkah manusia hendaknya meninggalkan nilai, manfaat, dan keberkahan bagi lingkungan sekitarnya. Konsep ini memiliki resonansi yang kuat dengan ajaran Islam, yang menekankan amal saleh, keberlanjutan kebaikan, dan tanggung jawab moral manusia sebagai […]

23 April 2026
Gen Gotong RoyongMukaddimah

Mungkin ada yang mengira bahwa gotong royong adalah warisan sosial yang otomatis hidup dalam diri kita, seolah ia adalah “gen” yang tidak akan hilang. Namun, jika cara berpikir manusia bisa dikendalikan, maka bukan tidak mungkin gen itu pun perlahan dapat dilumpuhkan. Sebagaimana banyak diurai dalam refleksi Maiyah, penjajahan hari ini tidak lagi selalu berbentuk fisik, […]

22 April 2026
KinantiMukaddimah

Delapan tahun bukan sekadar hitungan usia, melainkan rangkaian langkah yang telah ditempuh dengan penuh kesadaran—kadang goyah, kadang tegar, namun senantiasa terus bergerak dalam irama yang tenang nan teguh. Menuju milad ke-8 Tembang Pepadang kali ini kami awali dengan Sinau Bareng dengan tema: “Kinanti”, sebuah pilihan yang sarat makna. Dalam khazanah tembang macapat, Kinanti berarti “kanthi”—dituntun, […]

22 April 2026
Semestinya SemestaMukaddimah

Kita hidup di zaman yang berisik, bukan karena dunia kekurangan suara, tetapi karena terlalu banyak gema yang saling bertabrakan. Dunia maya menjelma seperti pasar tanpa malam, sangat riuh, cepat, dan seringkali dangkal. Di sana, nilai manusia direduksi menjadi angka, para pengikut menjadi tepuk tangan, dan popularitas diangkat menjadi otoritas. Perlahan tapi pasti, kita mulai menukar […]

21 April 2026
Manusia BaikMukaddimah

Warid adalah kecenderungan hati untuk berbuat baik, kecenderungan itu sebenarnya dititipkan pada setiap hati manusia. Ironisnya bisikan baik di hati cenderung terjegal untuk di laksanakan. Apa penyebabnya? Ini akan diudar bersama dalam perjumpaan sinau bareng Majelis ‘Ilmu Muhammad Ainun Najib di edisi 79 Ma’syar Maiyah Mahamanikam. Berangkat dari Tadabbur ke-19 “Allah Meluaskan Manusia Menyempitkan”. Mbah […]

19 April 2026
Pengalaman An’amta ‘AlaihimMukaddimah

Kesetiaan untuk menikmati dan mensyukuri ketersinambungan perjalanan yang terus dianugerahkan Allah kepada Paseban Majapahit berlanjut di edisi 108, bulan April 2026. Mencoba merangkai keping hikmah yang telah terangkai pada edisi-edisi sebelumnya, dengan pilihan tema yang masih tetap bersumber dari buku Tadabbur Maiyah Padhangmbulan. Tadabbur Bagian Pertama, halaman 67-69, bertajuk: Islam sebagai Pengalaman An’amta ‘Alaihim. Semoga […]

10 April 2026
Raksa NalarMukaddimah

Selama jutaan tahun, sejarah kehidupan di Bumi ditulis oleh satu tinta: survival. Dalam kacamata evolusi, kita adalah keturunan para penyintas, mereka yang mampu menerjemahkan rasa takut menjadi kewaspadaan, dan kelaparan menjadi daya cipta. Tubuh kita dirancang untuk menjaga denyut nadi; kita adalah makhluk biologis yang sejak awal diprogram untuk merawat raga. Namun hari ini, medan […]

10 April 2026
Aktivasi NasibMukaddimah

TIDAK ADA di antara kita yang memilih untuk lahir dari rahim siapa, di suku apa, atau dalam strata ekonomi mana. Itulah nasab, sebuah titik awal yang given. Nasab bukan prestasi, bukan aib, bukan jaminan kesuksesan. Nasab bukan legitimasi untuk menyombongkan diri, bukan pembenaran atas kemalangan, dan pasti bukan garis finish. Nasab hanyalah konteks, awal dari pertanggungjawaban. Dari titik inilah, […]

8 April 2026

Menampilkan 41-60 dari 419

Previous
/ 21
Next
HOME