Pada dasarnya fitrah manusia selalu berkeinginan suci dan secara kodrati cenderung pada kebenaran (hanif). Dengan kesadaran atau pikirannya, manusia selalu menginginkan sesuatu yang lebih baik begitu pun seterusnya.
Manusia akan berupaya membuat hidupnya berharga atau bisa dianggap berharga bagi sekelilingnya, mengeksplorasi diri melalui tindakan dan berbagai kegiatan.
Sistem kehidupan manusia pun selalu berkembang dari waktu ke waktu hingga zaman ke zaman.
Namun, di masa kini manusia lebih cenderung berpacu dengan waktu, hidupnya terasa begitu tergesa-gesa, malas ngumpul, merasa aman, takut ketinggalan trend, fomo, latah dalam bertindak dan lain sebagainya. Capaian-capaian yang dialami pun terasa semu dan tak bermakna.
Jika membayangkan betapa bangganya menjadi seorang Presiden di salah satu negara yang disebut sebagai Negara Adidaya seperti paman gober Donal Trump, mungkin sekilas terasa begitu menyenangkan menjadi orang nomor satu di Amerika Serikat. Namun jika dipikir kembali, begitu tidak tenteramnya menjadi seorang Donal Trump. Hari-harinya selalu dibayangi teror, penembakan, takut ditembak sniper, hingga takut digulingkan oleh rakyatnya sendiri.
Gung Ruang Gung Jati, merupakan salah satu falsafah sunda buhun yang mengingatkan kita bahwa semakin tinggi pohon lebih berpotensi untuk runtuh.
Maka, mari sama-sama belajar memaknai ulang peristiwa hidup yang sebenarnya jika didasari cinta dan rasa syukur hidup terasa nikmat dan membahagiakan.[] (Redaksi Panglawungan Rasa)








