Sebuah dongeng, seekor anjing besar milik seorang raja mengamuk di jalanan. Ia menghancurkan, menggingit, menakuti siapa saja yang ia temui. Di dalam sebuah surau (mushola jaman mbien), ada seorang santri alim – si ustadz, sebut saja. Ia baru saja pulang belajar pada seorang Syaikh di puncak gunung. Belajar kesabaran, hukum-hukum, bahkan “melihat Tuhan”, sebagai kekasih […]
Mukaddimah
Memasuki masa satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, kita menghadapi sejumlah besar pertanyaan: bukan hanya apa yang telah dicapai, tetapi bagaimana kabinet bergerak dalam medan stakeholder yang sangat kompleks. Visi “Koalisi Indonesia Maju” (KIM) sebagai wadah politik pemerintahan ini memang sudah dipetakan sebagai kerangka besar. Namun kenyataannya, seperti riset “Grease and Effective Cabinet Model” menunjukkan, kabinet di […]
Pernahkah Engkau duduk sebentar, lalu bertanya pada dirimu sendiri: apa sebenarnya keahlianmu? Fadhilah apa yang Allah titipkan kepadamu? Pertanyaan itu semakin terasa penting ketika kita sadar, sering kali kita tidak mampu menempatkan sesuatu pada tempat yang semestinya. Bukankah Rasulullah ﷺ sudah mengingatkan lewat sabda beliau yang agung: “Idza wusid al-amru ila ghairi ahlihi fantadziris-sa’ah.” Jika […]
Emha Ainun Nadjib (Mbah Nun) dalam Gerakan Punakawan Atawa Arus Bawah (1994) menulis bahwa kekuatan rakyat kecil sering kali tidak dianggap, padahal justru di situlah denyut perubahan sosial dan politik berakar. Arus bawah bukan sekadar istilah, melainkan kenyataan bahwa masyarakat biasa memiliki daya untuk menentukan arah sejarah. Dari kesadaran inilah lahir kebutuhan untuk menegaskan kembali […]
Momentum bulan kelahiran Muhammad bin Abdullah selalu membawa kegembiraan. Pun empat belas abad setelahnya. Kelahiran manusia kekasih Allah SWT. Manusia yang merupakan perwujudan cinta yang seimbang. Mewujudnya kelembutan cinta kasih dalam perilaku kemanusiaan. Contoh paripurna sebagai modal utama menjalani kehidupan. Maiyahan Ma’syar Mahamanikam terlaksana pada 27 Rabi’ul-Awal 1447 H/20 September 2025 M masih dalam suasana […]
Di sebuah tanah batin yang kita tempati bersama, 19 tahun lalu tumbuh satu tanduran. Ia tidak berasal dari siapa-siapa, tapi tumbuh dari cinta yang dititipkan langit kepada manusia-manusia yang mau merunduk, saling belajar, dan saling menjaga. Tanduran itu bernama Bangbang Wetan. Dalam jagat Maiyah, Mbah Nun mengajarkan bahwa hidup ini adalah ladang. Setiap kita adalah […]
Sebenarnya, tema gembira bernegara adalah suatu yang terasa ringan didengar, tetapi sesungguhnya memuat kegelisahan yang dalam. Di tengah situasi negara yang bisa dikatakan masih belum tertata dengan baik, ide untuk tetap bisa “gembira” sebagai warga negara seolah menjadi paradoks, atau bahkan ironi. Mbah Nun pernah menulis bahwa negara ideal adalah negara yang berikhtiar semaksimal mungkin […]
Pernahkah kita menyadari bahwa ketidaktahuan bisa menjadi ancaman serius dalam hidup kita? Ketidaktahuan bukan sekadar kekurangan informasi—ia adalah virus laten yang menggerogoti cara kita berpikir, bersikap, dan membuat keputusan. Ketidaktahuan menciptakan korban: dari kebodohan, ketidakbijaksanaan, hingga kesombongan. Inilah sebabnya, ketidaktahuan bukan hanya harus disadari, tetapi juga layak diperangi. Sumber ketidaktahuan tidak hanya berasal dari dalam […]
Apa yang bukan makhluk hidup, tapi bisa bernapas? Adalah subuh. Wa Subhi idza tanaffas. Ini adalah pertanyaan seorang pendeta keppada Abul Qosim Al Junaidi, seorang sufi di abad-abad terakhir kejayaan Islam. Qumil Layla illa qolila, mereka yang terbangun bahkan sebelum subuh akan berada di barisan pertama orang-orang yang kesadarannya dihidupkan, ketika begitu banyak kesadaran menganggap […]
Sebuah getar sunyi yang menembus relung hati–bukan semata ratap, tetapi panggilan kosong yang merindu pijakan makna. Dlm basa Sunda, kadungsang‑dungsang meramu kegersangan jiwa, mengoyak rasa yang terombang, terserak, tanpa pegang pada akar nilai. Jika kita menyaksikannya dlm kancah sosial‑politika, inilah nyanyian hati kolektif yang kehilangan napas: kebijakan bagai bayang‑bayang, pelayanan tanpa keramahan, dan nurani yang […]
“Gegolet”—sebuah kata dari bahasa Jawa (Cirebon, Brebes, Tegal, Banyumas dan sekitarnya) yang sederhana namun sarat makna. Kata dasarnya adalah “golet”, yang berarti mencari. Sementara imbuhan “ge-” dalam tradisi lisan masyarakat Jawa atau daerah sekitar Banyumas—sering memberi nuansa proses yang mengalir, dilakukan secara alami, berulang, dan sering kali dalam suasana ringan atau akrab. Kita mengenal misalnya […]
Tanggal 27 Mei 2025 adalah hari ulang tahun Mbah Nun ke-72. Pada momen tersebut berlangsung peluncuran buku 72 tahun Cak Nun. Buku yang berisi kumpulan tulisan dari sahabat tentang persinggungannya dengan Mbah Nun. Majelis Pengajian Padhangmbulan menjadi tempat peringatan ulang tahun Mbah Nun tersebut. KiaiKanjeng, keluarga besar Mbah Nun, dan beberapa sahabat Mbah Nun hadir […]
Di tengah gelombang zaman yang bergerak semakin cepat meninggalkan manusia yang belum selesai memahami dirinya sendiri, Maiyah hadir sebagai jeda yang memanusiakan. Peradaban hari ini melaju tanpa rem, dipacu oleh kecanggihan teknologi, namun justru menghasilkan kekacauan dalam sistem sosial, krisis makna, dan keringnya batin manusia. Di tengah pusaran dunia yang gaduh, Maiyah menjadi ruang hening, […]
Tema Bulan Mei ini, Goal (put), berkaitan dengan amalan-amalan kecil yang secara maraton, bertahap, istiqomah manusia kerjakan. Seperti gambar dalam poster, manusia kecil dengan tangan yang bisa diartikan baru saja meletakan manusia di bumi, atau bahkan akan mengambilnya. Kecil, tapi bukan hal remeh. Seperti itu juga amal baik, Tuhan tidak melihat rupa atau kuantitas amalnya, […]
Sebagus apa pun keterampilan komunikasi ditata, jika tidak digunakan untuk mengartikulasikan nilai (value) yang baik, maka itu hanya sekadar permukaan, serupa sebuah gimmick tanpa makna. Ini adalah kritik terhadap komunikasi yang hanya berfokus pada teknik (intonasi, struktur, persuasi) tetapi kehilangan substansi moral serta nilai yang diperjuangkan. Dalam dunia yang dipenuhi dengan strategi komunikasi, personal branding, […]
Bulan Maret tahun ini terasa istimewa karena beriringan dengan Ramadan, bulan di mana umat Islam menjalankan ibadah puasa sebulan penuh, menahan lapar dan dahaga sebagai latihan spiritual. Menurut Mbah Nun, puasa mengajarkan kita bahwa hidup tidak hanya tentang hak, tetapi juga tentang kewajiban, larangan, dan anjuran. Puasa melatih diri untuk mengendalikan hawa nafsu, menumbuhkan kesadaran […]
Manusia Tumbuh, Tidak Dibuat Jadi Hidup adalah Transformasi. Kita semua sedang berada dalam perjalanan. Tidak ada manusia yang tiba-tiba menjadi bijak, kuat, atau sempurna. Manusia bukanlah produk yang “dibuat jadi”, melainkan entitas yang bertumbuh, berkembang, dan berubah dalam setiap fase kehidupannya. Dalam khasanah keilmuan Jawa, Sunan Kalijaga mengajarkan tembang yang menceritakan tahapan perjalanan hidup manusia […]
“Orang Maiyah terang dalam kegelapan, kaya dalam kemiskinan.” Kalimat itu tertulis di sampul salah satu buku Mbah Nun, menemani perjalanan bagi mereka yang menempuh hidup dan menambal kekosongan makna yang telah dialami. Dalam buku itu juga tertulis, “Orang Maiyah adalah orang hidup yang menghidupi kehidupan dengan tuntas menjalaninya, merenunginya, menghayatinya, menangisinya, dan menertawakannya.” Ada sesuatu […]
Filosofi Mepes Dur Angkara berasal dari tradisi Jawa yang kaya akan nilai-nilai moral dan spiritual. Ungkapan ini secara harfiah berarti menekan atau mengendalikan sifat angkara murka, yaitu hawa nafsu destruktif seperti amarah, keserakahan, dan keangkuhan. Konsep ini tidak hanya berakar pada kebudayaan lokal, tetapi juga mendapat legitimasi dari berbagai tradisi spiritual dan agama. Mepes Dur […]
Dalam Islam ada walimatul aqiqah, ada juga walimatut tasmiyah. Walaupun tujuannya berbeda, tetapi keduanya saling berkaitan sehingga biasanya dilakukan secara bersamaan. Dalam adat Jawa ada upacara brokohan, pupak-an atau ada yang menyebut puputan, sepasaran bayi, dan selapan. Upacara-upacara itu, baik yang di dalam Islam maupun yang di adat Jawa, semuanya berkaitan dengan peristiwa kelahiran. Aqiqah […]
Menampilkan 101-120 dari 373
























