Kategori

Mukaddimah

Kode Etik +26Mukaddimah

‎Kadang kita merasa negeri ini baik-baik saja. Masjid ramai, pengajian hidup, doa tidak pernah sepi. Tapi di sisi lain, kita juga sering menyaksikan amanah yang bocor, janji yang ringan diucap tapi berat ditepati, dan ruang digital yang lebih panas daripada ruang tamu kita sendiri. Ada sesuatu yang seperti belum selesai dalam diri kita. Pertanyaannya: apa […]

26 Februari 2026
Irigasi 8 Asnaf: Gerak Pulang Hati PetaniMukaddimah

Tema kali ini menyoroti delapan bilah masyarakat yang berhak atas zakat. Kita coba menelaah lebih dalam makna 8 asnaf ini. Bagaimana 8 asnaf ini dalam kosmologi tani Nusantara—masyarakat yang menumbuhkan bulir padi dengan gotong royong hidup, dan menjadikannya penopang kehidupan sosial. Zakat, yang secara sejarah pun tumbuh dalam masyarakat agraris-perdagangan di Mekkah dan Madinah, lahir […]

26 Februari 2026
Pro-eksistensi IlahiahMukaddimah

Kita hidup di zaman yang sering disebut sebagai era post-truth—istilah yang menggambarkan keadaan ketika opini dan emosi sering lebih dipercaya daripada fakta dan kebenaran. Sesuatu bisa dianggap benar karena banyak yang membagikan (viral/trend). Sebuah kabar terasa sah karena sesuai dengan perasaan. Lalu, di tengah keadaan seperti ini, apakah kebenaran masih dicari, atau hanya dipilih sesuai […]

26 Februari 2026
PamBUKOMukaddimah

Kalau kita puasa, maka buka puasa itu menjadi wajib saat adzan magrib berkumandang. Kita tidak diperbolehkan terus berpuasa meskipun sudah waktu magrib, karena syariatnya ya harus buka. Kalau terus puasa tanpa berbuka, bisa jadi bernafsu puasa namanya. Buka dalam bahasa jawa adalah BUKO. Entah dengan apa bukonya, entah air putih, kurmo, kolak, yang penting membatalkan […]

26 Februari 2026
KeseimbanganMukaddimah

Keseimbangan bukanlah sebuah hasil akhir atau titik henti dan ia tidak pernah hadir secara tiba-tiba, Keseimbangan adalah sebuah garis yang mesti kita perjuangkan dan kita tempuh secara sadar dan terus menerus. Dalam ruang Sinau Bareng dan Taddabbur ini, kita diajak untuk terus mengolah kebenaran subjektif masing-masing agar tidak berhenti disitu saja. Melalui ruang ini kita […]

25 Februari 2026
PancegMukaddimah

Dalam terminologi Sunda, Panceg berarti teteg, ajeg, tee oyag ku kaayaan—tegak, mantap, tidak mudah goyah oleh keadaan. Namun panceg bukan sekadar kaku berdiri. Di dalamnya ada kesadaran, ada ketenangan, ada keteguhan batin yang tidak mudah tercerabut oleh angin zaman. Bulan lalu sempat disentuh tentang taklifi—tentang beban, amanah, dan kapasitas manusia menerima tanggungan hidup. Sekilas saja: […]

25 Februari 2026
Blind SpotMukaddimah

Disadari atau tidak oleh kita semua, terlalu banyak waktu yang kita miliki terbuang di jalan raya, tidak terlalu berlebihan kiranya jika kita katakan untuk saat ini setengah jatah umur semua orang dihabiskan di jalan, semuanya dikarenakan kemacetan parah yang terjadi di jalan. Setiap harinya begitu banyak titik kemacetan yang dilewati oleh setiap orang, tidak terkecuali […]

25 Februari 2026
Netes WinatesMukaddimah

Netes winates adalah ikhtiar memunculkan kembali kesadaran manusia akan batas. Netes berarti menetas—lahir perlahan melalui proses, pengalaman, dan permenungan. Sedangkan winates berarti batas, ukuran, atau kadar. Tema ini tidak mengajak manusia untuk berhenti bergerak, apalagi menyerah pada keadaan, tetapi mengajak untuk berhenti sejenak agar mampu melanjutkan hidup dengan arah yang lebih jernih. Di zaman banjir […]

19 Februari 2026
Wardrobe KemanusiaanMukaddimah

Sandang, pangan, papan dalam khazanah Maiyah yang sering Mbah Nun sampaikan bukanlah urutan kebutuhan ekonomi semata, melainkan urutan prioritas martabat kemanusiaan. Mbah Nun mendekontruksi pemahaman umum yang menganggap bahwa makan (pangan) adalah utama untuk hidup. Padahal jika manusia hanya mengejar makan ia tidak beda dengan hewan. Sandang menjadi utama, bentuk Martabat dan Identitas. Membedakan manusia […]

19 Februari 2026
Ben TurahMukaddimah

Menapaki zaman akhir sering kali memunculkan dua wajah yang kontradiktif. Di satu sisi, ada yang merasa hidup dalam kedamaian karena merasa sudah memiliki bekal yang cukup. Namun di sisi lain, saat kita menyalakan TV, mendengarkan radio, hingga berselancar di lini masa media sosial, kegaduhan menyerbu tanpa ampun. Bukan lagi sekadar banjir informasi, melainkan tsunami informasi. […]

14 Februari 2026
Manusia Seluas Daratan dan Manusia Seluas SamudraMukaddimah

Manusia terbiasa bertanya: apa, siapa, mengapa, kapan, di mana, dan bagaimana. Enam pertanyaan itu sering kita arahkan pada peristiwa di luar diri. Kita ingin tahu apa yang terjadi, siapa pelakunya, mengapa itu muncul, kapan dan di mana berlangsung, serta bagaimana prosesnya. ‎ ‎Namun jarang sekali pertanyaan itu kita tujukan ke dalam. ‎ ‎Apa yang sebenarnya […]

12 Februari 2026
Ruang RinduMukaddimah

Seorang cenayang yang malang hidup di sebuah negara. Dia punya kelebihan membaca masa depan. Entah, kemampuannya diperoleh karena kesabarannya niteni, ataukah memang karunia dari Batara Kala yang dipercayainya, atau gabungan dari keduanya. Sayang disayang, cenayang itu dianggap gila oleh masyarakatnya, bocoran-bocoran tentang masa depan yang diperoleh dari visinya dan digembar-gemborkan, tidak ada yang mendengarkannya sama […]

12 Februari 2026
Ngeduk JeroMukaddimah

Kita hidup di zaman ketika banyak hal tampak berjalan, tetapi arah semakin kabur. Informasi berlimpah, teknologi maju, dan wacana berganti setiap hari. Namun di balik itu, makna terasa menipis, keseimbangan hidup goyah, dan manusia makin mudah lelah. Bukan karena kurang daya, melainkan karena kehilangan pijakan. Bisakah kita mengkalkulasi ulang langkah dan menggali makna lebih dalam […]

12 Februari 2026
Illusion of ControlMukaddimah

(1) Sering kali, Ilusi telat sadar bahwa rasa mengendalikan keadaan bukanlah fakta, melainkan cerita yang dibangun oleh pikiran sendiri. Tanpa disadari, pikiran Ilusi mencari pola dan kepastian, lalu menenangkan diri dengan keyakinan bahwa Ilusi punya kendali. Meskipun itu hanya bias kognitif yang dirasa, karena Ilusi mempercayainya. (2) Ketika berhadapan dengan situasi yang tak pasti, Ilusi […]

11 Februari 2026
MijilMukaddimah

Pernahkah kita benar-benar bertanya: kita ini sedang hidup di waktu yang mana? Di masa lalu yang kita rindukan dan pertahankan mati-matian? Di masa kini yang kita jalani sekadar reaktif, hari ke hari? Atau di masa depan yang kita bicarakan, tapi jarang kita siapkan dengan sungguh-sungguh? Al-Qur’an, lewat Al-Hasyr ayat 18, tidak hanya menyuruh kita melihat […]

11 Februari 2026
MetronomMukaddimah

METRONOM adalah alat untuk menciptakan interval yang kecepatannya adjustable, fungsinya untuk mengukur tempo. Ukuran tempo-nya menggunakan bunyi (atau tanda visual), dengan satuan detak per menit. Metronom menyimulasikan fenomena alamiah dalam semesta yang bisa bersifat organik, semisal denyut nadi atau detak jantung mamalia, atau fenomena elektromagnetik semisal pulsar. Ini bintang neutron dengan core hyper-magnetic dan mengeluarkan […]

11 Februari 2026
Bangsa MeicaMukaddimah

Pada mulanya, seorang pendidik ditempatkan pada maqam kesadaran tertinggi: penjaga ilmu, penuntun akal sehat, dan pengasuh nurani masyarakat. Dalam bahasa lama, ia berada pada kesadaran Brahmana—bukan karena status sosial, melainkan karena tanggung jawab moralnya. Guru dan dosen adalah penyangga peradaban, mereka yang seharusnya merawat makna, menuntun kebenaran, dan menjaga martabat pengetahuan dari sekadar alat kekuasaan […]

11 Februari 2026
Isyarat Fatwa HatiMukaddimah

Zaman yang kita jalani hari ini bergerak sangat cepat. Terlalu cepat, barangkali, sampai-sampai kita jarang bertanya: apakah batin kita masih ikut berjalan, atau justru tertinggal jauh di belakangnya. Informasi datang silih berganti, teknologi berkembang tanpa henti, sementara manusia sering hanya sempat bereaksi, bukan menyadari. Belum sempat kita menata makna atas yang baru saja lewat, hal […]

10 Februari 2026
Roroning AtunggilMukaddimah

Kita sedang melangkah di bulan kedua tahun 2026. Januari kemarin kita awali dengan kawitan—sebuah laku syukur bersama, membuka tahun bukan dengan gegap gempita, melainkan dengan niat belajar dan menata diri lewat sinau bareng. Bulan ini, Waro` Kaprawiran mengajak kita singgah pada satu tema yang terdengar sederhana, namun menyimpan ruang renung yang luas: Roroning Atunggil. Secara […]

8 Februari 2026
Diri TujuanMukaddimah

Semangat dan kesadaran untuk “Merawat Amanat” berupa Simpul Maiyah Paseban Majapahit yang terus berjalan dan setia berproses dalam kurun waktu sembilan tahun perjalanannya, membukakan pintu kesadaran serta sikap “Eling lan Waspada” dalam setiap langkah kesinambungan rutinitasnya. Dan sikap eling lan waspada-nya Paseban di fase berikutnya akan coba difokuskan untuk mengingat kembali berbagai macam pitutur luhur […]

6 Februari 2026

Menampilkan 101-120 dari 432

Previous
/ 22
Next
HOME