
Hasil untuk "Tembang Pepadhang"
Ditemukan 9 hasil (8 artikel, 1 simpul).
Simpul Terkait

Artikel Terkait

Berpijak di Daratan, Berjiwa Samudera
Seperti edisi sinau bareng yang sudah-sudah, malam ini diiringi dengan gerimis yang jatuh perlahan. Agaknya suasana hari ini terasa lebih was-was daripada biasanya, lantaran sebagian wilayah Kabupaten Kendal tengah bergulat dengan banjir yang datang dan pergi. Sehari banjir sepaha, hari berikutnya surut. Dalam dua minggu sudah terjadi dua kali. Belum lagi Pantura yang sedang rajin […]

HUJAN, JEDA, DAN ORANG-ORANG YANG TETAP DATANG
Sejak pagi, hujan turun seperti sedang menjalani tugas panjang yang tidak ia keluhkan. Tidak selalu deras, tidak juga berhenti. Dari subuh hingga malam, ia menempel di udara, membasahi jalan, meredam suara, dan memaksa orang-orang untuk sedikit lebih sabar dari biasanya. Dua hari terakhir langit seperti tidak memberi celah terang, dan malam itu hujan masih setia […]

HUBBUL QAHWAH MINAL IMAN
Akhir-akhir ini dunia tengah riuh. Banyak suara saling bersahut-sahutan, klaim kebenaran berlomba menjadi yang paling diamini. Ada negara adidaya yang merasa sah menculik presiden negara lain. Ada komedian yang yakin sentilannya adalah bentuk keberpihakan paling benar. Entah di dalam negeri maupun luar, di mana-mana orang merasa benar, dan wajib diamini pembenarannya. Di tengah kebisingan itu: […]

SINAU MENULIS, MENULIS KAHANAN
Catatan ini tidak ditulis untuk melaporkan keberhasilan. Tidak ada target capaian. Ia sekadar menyimpan jejak bagaimana satu lingkar kecil pernah terjadi, agar tidak lenyap begitu saja setelah kursi dirapikan dan hujan reda. Sinau Nulis ini berangkat dari niat sederhana merespons anjuran Mas Jamal (Redma) tentang reportase dan ingin ngobrol bersama Setia Naka Andrian selaku salah […]

MENGENALI KONTEKS-KONTEKS FILOSOFI NGONO YO NGONO NING OJO NGONO
Minggu malam, 28 Desember 2025, ndalem Mas Carik Sidorejo tidak menjelma menjadi ruang seremoni. Ia lebih menyerupai dapur batin: tempat orang-orang merebus pengalaman hidupnya masing-masing. Tikar digelar, kopi diseduh, dan rasa dipertemukan. Di situlah Maiyah kembali menemukan rumahnya. Bukan pada megahnya tempat, melainkan pada kesediaan hati untuk melingkar sinau bareng. Sebagian jamaah datang terlambat. Ada […]

SAMBUNG SEDULUR BUKAN PROYEK SOSIAL BUKAN SLOGAN KEBUDAYAAN
26 Tahun Gambang Syafaat. Masjid Agung Jawa Tengah, 25 Desember 2025. Mulanya saya datang untuk memenuhi undangan, namun ketika sudah duduk melingkar dan mulai menyimak, kata: “Tamu”, pelan-pelan mulai gugur. Di Maiyah undangan bukan status, tapi jembatan. Kita tidak disambut untuk dipersilakan, namun disertakan. Malam itu terasa begitu khidmat, seolah menjelma ruang kegembiraan. Tentu saja […]

NGONO YO NGONO NING OJO NGONO
Hidup manusia jarang sepenuhnya salah atau benar. Ia lebih sering bergerak di wilayah abu-abu, tempat akal merasa wajar, namun nurani diam-diam bertanya. “Ngono yo ngono, ning ojo ngono”. Bukan larangan untuk hidup, melainkan pengingat agar langkah tidak kebablasan. Sebab setiap kebolehan selalu mengandung batas, dan setiap langkah layak ditanya kepantasannya. Lalu, hidup ini sedang menuju […]

MENSYUKURI KEDATANGAN MAS SABRANG DI BUMI KENDAL
Saya, seorang jamaah sederhana dari Simpul Maiyah Tembang Pepadhang Kendal Jawa Tengah, ingin berbagi rasa syukur dan renungan atas momen istimewa yang kami alami pada 20 Desember 2025 kemarin. Kedatangan Mas Sabrang dalam acara Dialog Kebangsaan Tokoh Lintas Agama di Halaman Gedung MWC NU Sukorejo telah meninggalkan cahaya terang di ruang batin kita. Bagi kami […]




