Salah satu penyakit orang modern adalah menganggap orang-orang terdahulu itu bodoh. Demikianlah yang pernah disampaikan Mbah Nun pada suatu kesempatan sinau bareng. Sekalimat yang memuat fungsi kritik, pepeling, sekaligus bekal kuda-kuda bagi generasi masa kini dalam menatap dan memaknai generasi sebelumnya. Penatapan dan pemaknaan atas apa-apa yang telah diwariskan, menjadi hal yang niscaya, ketika diletakkan […]
Mukaddimah
Meneladani Rasulullah masih sangat relevan untuk diterapkan dalam kondisi kehidupan saat ini. Khususnya dalam interaksi sosial. Bukan pada sisi kenabiannya yang akan kita bahas, melainkan meneladani sifat-sifatnya sebagai manusia yang hidup dan berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya. Bagaimana beliau berkomitmen menjalani kehidupan sehari-hari sehingga mendapatkan kepercayaan dari para sahabat. Menyebarkan Islam ke jazirah arab dan […]
Bersikap dewasa tidak semudah yang dibayangkan. Bertambahnya usia bukan jaminan bertambah pula kedewasaan seseorang. Pun, tak jarang pula kita temui seseorang yang secara jasmani masih “muda”, ternyata secara rohani jauh sangat “dewasa” melebihi umurnya. Salah satu tulisan Mbah Nun di buku “Jogja-Indonesia Pulang Pergi” mengatakan bahwa untuk mengetahui kedewasaan seseorang cukup bisa dilihat dari ekspresinya […]
Pada Maret 2018 Kalijagan mengangangkat tema “Sinau Miline Banyu”. Acara berlangsung di halaman Masjid Agung Demak. Pada waktu itu Demak baru saja mengalami banjir di beberapa daerahnya. Acara dihadiri oleh teman-teman LSM yang berkecimpung pada bidang lingkungan seperti abrasi, rop, penurunan tanah mulai dari sebab sekaligus dampaknya. Pada awal tahun 2023 ini Demak mengalami hal […]
Pertikaian, perebutan pengaruh, sikut-sikutan untuk mendapatkan jabatan, harta dan popularitas kian kemari semakin lumrah, dianggap biasa saja untuk kebanyakan orang bahkan menjadi sebuah pembenaran dari sifat manusiawi yang melakat pada manusia. Sesuai dengan kekhawatiran para malaikat ketika Allah ingin menciptakan makhluk bernama manusia di bumi sebagaimana terdapat dalam surah Al-Baqarah ayat 30, yang artinya : […]
Manusia itu kecil, tapi juga besar. Kecil jika dibandingkan dengan alam semesta, tetapi juga besar karena dalam diri manusia terdapat semesta kesadaran. Masyarakat Jawa mengenal istilah jagad cilik-jagad gedhe, dua hal yang harus diselaraskan untuk menuju kehidupan yang sejahtera. Jagad cilik dapat diartikan sebagai manusia, sedangkan jagad gedhe dapat diartikan alam. Manusia harus benar pikiran […]
Tema kita kali ini sangatlah harfiah. Ia menempati posisi pada level “apa adanya” dan pada saat yang sama memiliki relasi makna yang straight to the point. Dua kata ini merujuk pada sebuah upaya yang dilakukan untuk mendapatkan kesembuhan. Setiap dari kita secara mandiri maupun dengan dukungan orang-orang sekitar memiliki naluri untuk sesegara mungkin menemukan penyembuh […]
Sifat cahaya adalah menerangi maka tanpa cahaya kita berada dalam kegelapan dan bingung ke arah mana kita akan berjalan. Mata lahir kita tidak akan berfungsi jika tidak ada cahaya. Ibarat malam tanpa lampu gelap gulita, kita hanya menggunakan penginderaan perabaan, penciuman, dan pendengaran untuk bergerak. Kita tidak tahu beberapa langkah di depan kita ada lubang […]
Sungguh, Subhanallah Alhamdulilah Laailaahaa illAllah AllahuAkbar. Laa haula wala kuwwalata illa billahil aliyyil adziim. Tancep Kayon, merupakan kesadaran penting kulawargagugurgunung, yang dihelat pada tiap akhir tahun, sebagai upayamenegaskan hal hal yang terkait selama rentang waktu 1 tahunSinau Bareng. Dan Desember 2022 ini merupakan TancepKayon yang ke 8. Artinya, Majlis Gugurgunung sudahberkegiatan selama 8 tahun/Se Windhu. […]
Bangsa yang mendiami suatu tanah memerlukan perangkat untuk mengakomodir segala kepentingan dalam kehidupan berbangsa. Kelak perangkat bangsa menciptakan sistem yang akan melahirkan negara. Negara menentukan haluan kebangsaan demi mencapai kesejahteraan bersama. Tanah yang awalnya kosong menjadi berisi dan menghasilkan manfaat bagi kehidupan banyak makhluk manakala sudah ada bangsa yang mendiaminya. Bertambah kepadatan penduduk beriringan dengan […]
Ada bahaya objektif dan bahaya subjektif dalam pendakian gunung. Bahaya objektif adalah bahaya lingkungan sepanjang jalur pendakian. Yaitu bahaya dari faktor musim, cuaca, kontur tanah medan pendakian, ketinggian gunung, hewan buas, hingga keamanan terkait kondisi sosial. Jika jalur pendakian berada dalam wilayah yang sedang terjadi konflik maka bahaya ini semakin tidak terhingga. Untuk mengimbangi, maka […]
Secara etimologis, sakral diartikan sebagai sesuatu yang suci, atau dianggap suci, atau dianggap memiliki keramat. Oleh karena sesuatu itu dianggap suci, maka bagi yang meyakininya, terbit perasaan dan kesadaran untuk memuliakan dan menghormati keberadaanya. Berkebalikan dari sakral, sesuatu yang dianggap biasa-biasa saja, disebut profan. Kedua istilah itu, sakral dan profan, kerap digunakan sebagai piranti dalam […]
Bawor Maneges, Greget Kamardikan, Panorama Gunung Tugel, Sabda Alam, Pepeling Urip, Cowongan, Lengger dan sebagainya adalah bagian dari karya lukis yang begitu banyak jumlahnya dari Almarhum Hadiwijaya. Bukan hanya sebagai seorang maestro lukis Banyumas, Mbah Hadi yang khas dikenali dengan iket yang kerap beliau kenakan itu juga adalah sesosok orang tua. Orang tua bagi anak-anaknya, […]
Pada Rutinan Tasawuf Cinta (TC) ke-75 kali ini tema yang dipilih adalah Sumeleh. Sumeleh secara bahasa berasal dari kata “Seleh” yang berarti menaruh atau meletakkan kemudian mendapat tambahan sisipan “Um” dan “Em” (m). Menurut buku “Nguri-nguri Pitutur Luhur Falsafah Adi Luhung” secara sederhana dapat kita artikan pasrah, ikhlas, nrimo, patrap apa adanya. Sikap sumeleh di […]
MENGGEMBALAKAN DIRI SENDIRI Karena pada hakikatnya tidak seorang pun sanggup dan bisa menilai orang lain, maka kita sendirilah yang dalam hati dan batin kita masing-masing harus menjadi pengawas diri sendiri. Setiap pandangan dan sikap orang lain atas kita sangat membantu penglihatan diri itu. Dialektika horisontal dengan orang lain sangat menolong kita dalam memacu menggembalakan diri […]
Bulan-bulan terakhir di tahun 2022, majelis ilmu simpul Maiyah Lamongan kembali melingkar. “Langit adalah lambang ketakterbatasan, keabadian. Sedangkan bumi adalah lambang keterbatasan, ke-fana-an. Kullu man ‘alaiha fan (Semua yang ada di atasnya (bumi) itu akan binasa). Wa yabqa waj-hu rabbika dzul-jalali wal-ikram. ((Akan tetapi,) wajah (zat) Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal). Langit […]
Kita posisikan sebagai apakah wayang, hasil budi leluhur kita yang adilihung itu? Ada yang menganggap bahwa wayang itu cerminan kehidupan kita. Pembuat cerita melihat pola cerita hidup manusia mulai dari konflik, perdamaian, pertikaian, asmara, dan digubah menjadi pertunjukan. Dari situ kita bisa bercermin dari wayang sebagai sebuah ilmu, pengalaman dari masa sebelumnya agar kita tidak […]
Sejak abad kedelapan belas, manusia telah mencapai sebuah titik balik peradaban yang mempengaruhi laju perubahan dunia yang dikenal dengan modernitas. Perubahan atas laju perubahan ini membuat manusia semakin cepat berlari demi menyesuaikan eksistensinya agar tidak tertinggal oleh arus perubahan zaman. Akan tetapi, dalam tahapan tertentu modernitas nyatanya gagal dalam mencapai tujuannya. Bahkan tidak hanya itu, […]
November merupakan bulan basah karena (seharusnya) hampir setiap hari hujan turun. Musim penghujan membasahi bumi dengan jutaan titik-titik air tercurah dari langit. Dalam siklus hidrologi, air yang telah jatuh ke tanah selanjutnya akan meresap melalui celah atau pori-pori tanah. Proses ini disebut infiltrasi, sebuah proses alami di mana air yang masuk ke bawah nantinya akan […]
Dinamika kehidupan selalu berselimut waspada. Setiap manusia, sejak lahir hingga dikebumikan memperoleh dan melakukan kewaspadaan terhadap apapun. Kewaspadaan terhadap area kehidupan masing-masing membuat manusia memiliki kebudayaan terukur. Untuk apa yang boleh dan tidak, baik dan buruk, bagus dan tidak bagus, harus dan jangan dilakukan. Kewaspadaan ini juga berlaku pada sosial masyarakat hingga lahir kesepakatan dalam […]
Menampilkan 341-360 dari 353
























