Ada kalanya kita terlalu sibuk mengamati dunia yang luas dan kompleks; mengamati negara, mengamati pemimpin, mengamati konflik yang terjadi di berbagai tempat. Terdapat satu hal, yang membuat semua itu menarik bukan semata-mata karena skalanya yang besar, melainkan karena ia menyimpan pola yang sebenarnya juga hidup di dalam diri manusia. Sebuah negara yang baik lahir dari kemampuan mengelola banyak kepentingan yang saling bertabrakan. Begitu pula manusia. Barangkali, kepemimpinan yang paling sulit bukanlah memimpin orang lain, melainkan memimpin diri sendiri.
Kita belajar dari negara-negara besar tentang strategi, sistem, dan karakter pemimpinnya. Salah satu pelajaran yang paling berharga bukanlah bagaimana cara menguasai banyak orang, melainkan bagaimana cara memperkecilnya ke dalam lingkar pengaruh yang kita miliki. Sebab, tidak semua orang akan memimpin sebuah negara, tetapi setiap orang, cepat atau lambat, akan dipaksa menjadi pemimpin, minimal bagi dirinya sendiri. Dan sering kali, medan tempurnya justru berada di dalam kepala dan hatinya.
Ada satu hal yang menarik untuk dipikirkan: sesuatu yang sedang menuju kematangan hampir tidak pernah lahir dari keadaan yang tenang. Air yang dipanaskan akan mulai bergejolak, mengeluarkan uap dan gelembung-gelembung sebelum mencapai titik didihnya. Manusia pun demikian. Ada masa ketika hidup terasa penuh benturan, penuh pertanyaan, dan penuh kegaduhan yang melelahkan. Sebagian orang mungkin akan menguap begitu saja, habis oleh panas yang ia hadapi. Sebagian yang lain justru mampu mengubah panas itu menjadi energi yang bermanfaat bagi dirinya dan lingkungannya; kematangan kesadaran.
Sebuah peperangan yang tidak pernah benar-benar selesai selama manusia masih hidup. Karena setiap kali satu persoalan berhasil ditaklukkan, akan muncul lapisan baru yang menunggu untuk dipahami. Barangkali dengan kesadaran itulah kita dapat melihat skala prioritas sebelum mengurusi dunia di luar diri. Sebab urusan yang paling rumit ternyata bukan yang ada di luar sana, melainkan yang setiap hari kita bawa ke mana-mana: diri kita sendiri.








