Puji Tuhan, Berkah dan Rahmat-Nya selalu menyertai kita. Sholawat dan salam kepada Rasul terakhir Muhammad SAW
Alhamdulillah, hingga hari ini kita masih bisa menyaksikan kesempurnaan Tuhan, berupa dunia nyata dan dunia maya.
Di era digital sekarang inii, informasi dapat kita akses dengan mudah. Di balik kemudahan akses, ada hal yang terlepas perhatian, bahasa. Penggunaan bahasa di dunia digital, bagi masyarakat umum tak terlalul diperhatikan. Sedangkan bagi pemerhati bahasa, pemilihan kosakata berpengaruh pada pemahaman pembacanya.
Berangkat dari “pemahaman pembaca”, Semak’an kali ini mengangkat judul “Ngatur Catur”.
Istilah “Ngatur Catur” membawa dualitas makna. Di satu sisi berbicara tentang permainan bidak-bidak di atas papan hitam putih. Seni tingkat tinggi mengatur strategi layaknya di medan pertempuran.
Di sisi lain, bisa dibaca dengan Bahasa Jawa yang berarti “menata ucapan”. Peradaban Jawa mengenal unggah-ungguh basa, di dalamnya mengatur sopan santun dalam berbahasa kepada orang lain.
Apakah ada relevansi “Ngatur Catur” bermakna permainan catur dengan “Ngatur Catur” bermakna menata ucapan?
Mari kita simak di acara Semak’an di Sedulur Maiyah Kudus.
Selamat datang di ruang dualisme makna. Setiap pilihan awal dari sebuah konsekuensi. Mari kita mengatur permainan kata-kata.








