Alhamdulillah di bulan syawal ini Jimat mengadakan agenda yang diawali Tawashshulan dilanjut dengan Halal Bihalal bersama semua jama’ah Maiyah yang ada di Tuban.
Pada momen kali ini kita mencoba mengingat kembali perjalanan awal mula bisa kenal dengan Maiyah ataupun sampai saat ini, ternyata banyak sebuah pandangan yang terlintas kepada teman-teman.
Tentang apa yang membuat mereka mau hadir, belajar dan mendalami lagi: “Apa sih itu maiyah ? Dan untuk apa maiyah itu ada ?” Di tengah keadaan zaman sekarang yang sudah serba instan seperti ini.
“Contohnya mempelajari semua ilmu termasuk Islam bukan hanya mereka yang alim dan paham bahasa Arab saja. Namun bagi kita orang awam juga mempunyai hak yang sama untuk mempelajari dan mengimplementasikan nilai-nilai Islam dalam dirinya masing-masing,” ujar Pak Amenan.
Diambil dari gagasan tersebut pada intinya kita semua mempunyai kesempatan yang sama untuk belajar suatu ilmu pengetahuan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki entah itu belajar secara langsung tertulis ataupun secara tidak langsung.
Seperti yang pernah disampaikan Mbah Nun: “Belajar itu bisa dengan siapa saja dan di mana saja. Siapapun itu bisa jadi guru dan di manapun tempat bisa jadi sekolahan.”
Semoga Maiyah bisa terus ada dan tetap menjadi ruang terbuka untuk tempat belajar “nimba ilmu”, memberi berbagai wawasan dan menjadi tempat berteduh berkumpulnya semua orang yang mencari sebuah kenyamanan dan ketenangan. (Redaksi Jimat Tuban)
Tuban, 11 April 2026









