
Cirebon, Jawa Barat
CirRebes
Wadah silaturahmi dan belajar bersama di daerah Cirebon Jawa Barat dan Brebes Jawa Tengah.
Ditemukan 6 hasil (5 artikel, 1 simpul).

Cirebon, Jawa Barat
Wadah silaturahmi dan belajar bersama di daerah Cirebon Jawa Barat dan Brebes Jawa Tengah.

Setiap bentuk perjalanan harus membuat pelakunya lebih baik dari sebelumnya, dalam hal ini sangat luas bentuk perspektifnya. Tetapi Mbah Nun pernah menguntai dalam sebuah lirik Jalan Sunyi “Akhirnya kutempuh jalan yang sunyi. Mendendangkan lagu bisu Sendiri di lubuk hati. Puisi yang kusembunyikan dari kata-kata. Cinta yang takkan kutemukan bentuknya”. Berusaha yang terbaik yang bisa kita […]

Saudara-saudaraku jama’ah maiyah. Di rutinan Maiyah Cirrebes bulan ini, kami ingin mengajak semuanya untuk terlebih dahulu khusyu menjadi “anak-cucu” yang sedang bermanja dengan Mbah-nya. Membenakkan dalam batin, duduk dan bertawashulan bareng bersamanya. Kemudian, Mbah Nun menceritakan penggalan sebuah kisah “Garuda”, dengan harapan kita anak cucunya, bisa menguraikan muatan esensinya, merumuskan arah tujuanya, dan menginternalisasikan dalam […]

Apa yang sesungguhnya kita cari dalam kehidupan ini? Jangkar apa yang telah kita siapkan agar tetap tegak, tidak hanyut oleh arus dan ombak kehidupan yang tak selalu mampu kita kendalikan? Bersama siapa kita mengarungi kehidupan ini? Yakin kah kita pada diri sendiri? Bersediakah kita tenggelam dalam kebodohan atau terseret badai kehampaan dan kekosongan diri? Sudahkah […]

Momen mudik dalam rangka kembali menemui, berbaur, dan bermesraan dengan keluarga, sahabat, serta tetangga di hari raya Idul Fitri merupakan benih fitrah kesucian. Ia menjadi jalan untuk memperkuat akar persaudaraan, menumbuhkan batang persatuan, memperlebar daun-daun kemesraan, serta menghadirkan bunga-bunga ketenteraman dan kebersahajaan dalam ekosistem kekeluargaan dan kemasyarakatan. Di desa, menjelang Idul Fitri, suasana kebersamaan begitu […]

Dalam rangka memperingati hari lahir Masyarakat Maiyah Cirrebes yang ke-8, momentum ini tidak hanya menandai bertambahnya usia, tetapi juga pendalaman makna perjalanan—delapan tahun menapaki jagad ngelmu sebagai ladang tumbuh kesadaran, tempat ilmu tidak berhenti di pikiran, melainkan menjelma laku, mematangkan kerendahan hati kepada Allah, dan menguatkan ikhtiar mencintai Rasulullah dalam setiap denyut kehidupan. وَمَا أَرْسَلْنَاكَ […]