Background Ambience
Tirakat Kehidupan
Mukaddimah

Tirakat Kehidupan

Mukaddimah Ma'syar Mahamanikam September 2026

MyMaiyah.id
MyMaiyah.id

Setelah syukur kita akan apa? Jelas kerja. Tapi dianggap mbambung, lantas bagaimana? Misalnya punya sepetak lahan kosong dijadikan galengan lantas ditanami singkong, lombok, dan lain-lain ini ya kerja. Seharian di rumah membaca lantas membikin formulasi itu ya juga kerja, gak mbambung. Kerja itu bentuk syukur.  Tapi dunia di luar pekerjaan itu tetap menilai itu mbambung, karena tak menghasilkan uang. Waktu adalah uang jadi tolok ukur utama tidak mbambung.

Wujud syukur itu bukan perkara panjang atau pendek, besar atau kecil, itu bukan yang utama. Yang utama itu kiprahnya, kelincahan, dan eksplorasinya. Misalnya Allah beri kesehatan, waktu luang, buku, kuota internet, inspirasi, sepetak lahan kosong dan tumpukan bulir jagung kering. Terus semua itu diadon dalam niat dikerjakan untuk menanam. Maka itu wujud syukur menaburkan kembali ilmu itu kepada Allah melalui bumi dan segenap penghuninya.

Hidup di ruang waktu yang memiliki banyak interaksi sosial membuat kita sangat mungkin dapat penilaian. Perkara selanjutnya bagaimana merespon penilaian. Terpengaruh atau tidak. Misal dimuliakan ya senang, terus kalau dihinakan, bagaimana? Atau tidak dihina tapi hanya dilebeli mbambung hanya karena kesibukan menaman jagung. Dongkol, marah, emosi, mencak-mencak, menghina balik, atau apa?

Perlu laku tirakat dalam menjalani kehidupan untuk mengendalikan bara api nafsu. Bentuk tirakatnya yang berbeda-beda. Sesuai dengan kondisi ruang waktu kehidupan masing-masing. Bisa jadi Allah anugerahkan ilmu menanam jagung itu untuk menghantarkan diri kedalam laku tirakat. Karena semua manusia itu Allah berikan alat-alat untuk belajar hidup.

Kala hidup merasakan loyo dan lembek dalam menempuh masa depan. Merasa hidup begini-begini saja ditambah sibuk merespon penilaian dianggap mbambung. Itu mempengaruhi cara membaca keadaan dengan jernih, arif, bernafas panjang, dan cerdas. Maka kita melingkar untuk mendapatkan suntikan semangat. Belajar bersama untuh tahu bahwa ada titik temu kebersamaan yang Allah berikan.

Ikhtiar melingkar di Majelis Ilmu Muhammad Ainun Nadjib itu tidak selalu mendapat solusi dari persoalan. Tapi besar kemungkinan bisa melihat persoalan dari sudut, resolusi, dan perspektif pandang yang berbeda. Kenapa kita perlu itu? Agar kita berada dalam kesadaran untuk terus mentirakati kehidupan.

Redaksi Mahamanikam

Bagikan:
MyMaiyah.id

MyMaiyah.id

Tulisan Terbaru dari MyMaiyah.id

HOME