
Hasil untuk "mukaddimah Semak"
Ditemukan 11 hasil (10 artikel, 1 simpul).
Simpul Terkait

Artikel Terkait

Blind Spot
Disadari atau tidak oleh kita semua, terlalu banyak waktu yang kita miliki terbuang di jalan raya, tidak terlalu berlebihan kiranya jika kita katakan untuk saat ini setengah jatah umur semua orang dihabiskan di jalan, semuanya dikarenakan kemacetan parah yang terjadi di jalan. Setiap harinya begitu banyak titik kemacetan yang dilewati oleh setiap orang, tidak terkecuali […]

Netes Winates
Netes winates adalah ikhtiar memunculkan kembali kesadaran manusia akan batas. Netes berarti menetas—lahir perlahan melalui proses, pengalaman, dan permenungan. Sedangkan winates berarti batas, ukuran, atau kadar. Tema ini tidak mengajak manusia untuk berhenti bergerak, apalagi menyerah pada keadaan, tetapi mengajak untuk berhenti sejenak agar mampu melanjutkan hidup dengan arah yang lebih jernih. Di zaman banjir […]

Ruang Rindu
Seorang cenayang yang malang hidup di sebuah negara. Dia punya kelebihan membaca masa depan. Entah, kemampuannya diperoleh karena kesabarannya niteni, ataukah memang karunia dari Batara Kala yang dipercayainya, atau gabungan dari keduanya. Sayang disayang, cenayang itu dianggap gila oleh masyarakatnya, bocoran-bocoran tentang masa depan yang diperoleh dari visinya dan digembar-gemborkan, tidak ada yang mendengarkannya sama […]

Ngeduk Jero
Kita hidup di zaman ketika banyak hal tampak berjalan, tetapi arah semakin kabur. Informasi berlimpah, teknologi maju, dan wacana berganti setiap hari. Namun di balik itu, makna terasa menipis, keseimbangan hidup goyah, dan manusia makin mudah lelah. Bukan karena kurang daya, melainkan karena kehilangan pijakan. Bisakah kita mengkalkulasi ulang langkah dan menggali makna lebih dalam […]

Metronom
METRONOM adalah alat untuk menciptakan interval yang kecepatannya adjustable, fungsinya untuk mengukur tempo. Ukuran tempo-nya menggunakan bunyi (atau tanda visual), dengan satuan detak per menit. Metronom menyimulasikan fenomena alamiah dalam semesta yang bisa bersifat organik, semisal denyut nadi atau detak jantung mamalia, atau fenomena elektromagnetik semisal pulsar. Ini bintang neutron dengan core hyper-magnetic dan mengeluarkan […]

Bangsa Meica
Pada mulanya, seorang pendidik ditempatkan pada maqam kesadaran tertinggi: penjaga ilmu, penuntun akal sehat, dan pengasuh nurani masyarakat. Dalam bahasa lama, ia berada pada kesadaran Brahmana—bukan karena status sosial, melainkan karena tanggung jawab moralnya. Guru dan dosen adalah penyangga peradaban, mereka yang seharusnya merawat makna, menuntun kebenaran, dan menjaga martabat pengetahuan dari sekadar alat kekuasaan […]

BEJANA DENGAR: UDZUNUN(W)-WA’IYYAH
Sepasang telinga yang baik tidak diukur dari ketajamannya menangkap bunyi, melainkan dari kelapangannya menampung kebaikan. Namun kebaikan bukanlah sesuatu yang tunggal. Ia hadir dalam banyak wajah: ada kebaikan yang menenangkan, ada yang menantang; ada yang terasa benar menurut selera, ada pula yang benar meski terasa berat. Bahkan di dalam diri manusia sendiri, kebaikan sering kali […]

JAGAD NGELMU
Dalam rangka memperingati hari lahir Masyarakat Maiyah Cirrebes yang ke-8, momentum ini tidak hanya menandai bertambahnya usia, tetapi juga pendalaman makna perjalanan—delapan tahun menapaki jagad ngelmu sebagai ladang tumbuh kesadaran, tempat ilmu tidak berhenti di pikiran, melainkan menjelma laku, mematangkan kerendahan hati kepada Allah, dan menguatkan ikhtiar mencintai Rasulullah dalam setiap denyut kehidupan. وَمَا أَرْسَلْنَاكَ […]

NANDUR TRESNO
Kita sering mengeluh tentang zaman yang kering kasih sayang, seolah dunia semakin gaduh oleh kebencian, saling mencurigai, dan kelelahan hati. Namun jarang kita bertanya: sudahkah kita menanam cinta hari ini? Sudahkah kita nandur tresno, atau kita hanya sibuk memanen luka? Cinta bukan warisan. Ia bukan sesuatu yang turun dari langit begitu saja. Tresno itu benih […]

KAWITAN
Berakar dari kata wit dalam Bahasa Jawa Kuno dan Sansekerta, ia menunjuk pada pokok, pangkal, atau garis awal yang menumbuhkan segala cabang. Dalam Bahasa Sunda, kawitan juga berarti mengawali—sebuah tindakan sadar untuk memulai, bukan sekadar kejadian yang terjadi begitu saja membawa kita kembali pada makna paling dasar dari perjalanan hidup: asal mula. Dari sini, kawitan […]




