Kalau kita puasa, maka buka puasa itu menjadi wajib saat adzan magrib berkumandang. Kita tidak diperbolehkan terus berpuasa meskipun sudah waktu magrib, karena syariatnya ya harus buka. Kalau terus puasa tanpa berbuka, bisa jadi bernafsu puasa namanya. Buka dalam bahasa jawa adalah BUKO. Entah dengan apa bukonya, entah air putih, kurmo, kolak, yang penting membatalkan puasa. Sesuatu yang dibuat buko itu disebutlah PamBuko.
Kalau boleh sedikit bercanda, puasa itu yang penting bukonya, agar puasanya sempurna. Kalau tanpa buko terus berpuasa itu bukan puasa namanya. Karena puasa itu menahan makan minum mulai subuh sampai magrib.
Anak maiyah wes wayahe buko, setelah sekian lama berpuasa. Buko kebahagiaan, buko ketentraman, buko ketenangan batin, buko kekayaan hati, buko buko dan buko.
Dalam momentum ramadhan 2026 tahun ini, Sanggar Kedirian mengajak buko tawashulan. Kita bareng menikmati tawashulan, kita menyantap bareng tawashulan, menjiwai bareng tawashulan. Dengan memaknai setiap bait demi bait lantunan sholawat dan wirid tawashulan.
Ramadhan tahun ini menjadi momentum Pambuko atau pembukaan untuk Buko Tawashulan, menjiwai tawashulan sebagai kenikmatan hidup.
Mari bareng menikmati PamBUKO Tawashulan pada :
Jumat malam sabtu legi, 27 Februari 2026, waktu bakda tarawih sampai selesai, bertempat di Kampus Tribakti Lirboyo kota Kediri.
Dengan dipandu KH.DR. Bustanul Arifin sebagai pagar keilmuan Sanggar Kedirian, akan membuat lebih nikmat PamBUKO.
Semoga kesuksesan, kesehatan, kebahagiaan, keberlimpahan rezeki menyertai kita atas pertolongan Allah. Amin. (Redaksi Sanggar Kedirian)








