Majelis Ilmu Telulikuran kembali digelar oleh dulur-dulur Damar Kedhaton Gresik pada Ahad malam, 11 Januari 2026, bertempat di Rumah Cak Ghozi, Emerald Residence Blok C1 No. 5, Desa Kedanyang, Kecamatan Kebomas.
Sinau Bareng kali ini mengusung tema “Mengolah Keresahan, Meneguhkan Laku”, sebuah ikhtiar bersama untuk merawat kesadaran, sekaligus meneguhkan pijakan gerak Damar Kedhaton ke depan.
Majelis diawali dengan nderes Juz 18 yang dituntaskan dalam satu jam oleh Kisworo, sembari dulur-dulur lain menyiapkan ruang Sinau Bareng, menyusun tempat duduk, serta menyajikan aneka camilan dan minuman.
Usai nderes satu Juz Al-Qur’an, majelis mengalir ke wirid, tawashshulan, dan sholawat. Dipandu Kamituwa Wak Syuaib, dulur-dulur Damar Kedhaton Gresik larut dalam kekhusyukan. Wajah-wajah yang hadir memancarkan kehangatan—menikmati momen, menautkan kembali roso batin paseduluran Al-Mutahabbina Fillah.

Malam itu, suasana majelis terasa lebih memadat. Keresahan yang lahir dari ikhtiar yang tengah dijalani—LAM-F, Merch-DK, dan DamPro—tidak dibiarkan mengendap sebagai wacana, tetapi diolah bersama menjadi rumusan laku yang konkret.
Setiap dulur yang hadir diajak melakukan pembacaan diri atas perjalanan yang telah ditempuh. Pelaporan transparansi keuangan dan evaluasi gerak pun menjadi bagian dari ikhtiar bersama, agar langkah yang dijalani tetap setia pada value Maiyah yang telah dibekali banyak sangu dari Mbah Nun.
Perjumpaan batin-lahir yang hadir secara dadakan, RedMa Cak Harianto, menyajikan pengalaman berkesan bagi dulur Damar Kedhaton pada malam itu. Tanpa jarak dan tanpa tarif, percikan-percikan ilmu dibagikan, terutama ihwal pondasi utama dalam hidup meliputi motivasi, orientasi, dan aplikasi—tiga hal yang dielaborasi sebagai bekal menapaki kerja-kerja Damar Kedhaton secara lebih sadar dan terarah.
Meski pertemuan malam itu belum sepenuhnya tuntas, ia menjadi penanda niat laku bersama: memperteguh makna, sembari memberi jeda agar ilmu benar-benar meresap ke dalam tubuh, pikiran, dan hati.








