Background Ambience
Supremasi Akhlak
Mukaddimah

Supremasi Akhlak

Mukaddimah Paseban Majapahit Oktober 2026

MyMaiyah.id
MyMaiyah.id

Masih terkait erat dengan pilihan tema sebelumnya, rutinan Pasebanan edisi 114 kali ini akan mencoba memetik hikmah tadabbur yang ditulis almarhum Mbah Fuad di halaman 85, buku Tadabbur Maiyah Padhangmbulan. Tadabbur dari Surat Ali ‘Imran, ayat 133 yang artinya: “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.”

Mari kita buka dan baca kembali nasihat beliau secara utuh, khususnya pada paragraf ketiga dan keempat tulisan tersebut.

Di paragraf ketiga beliau menjelaskan: Ampunan dan surga yang dijanjikan Allah disediakan bagi orang-orang yang memenuhi syarat-syarat tertentu, yaitu memenuhi kriteria sebagai orang yang bertakwa. Banyak penjelasan dalam Al-Qur’an tentang siapa orang yang bertakwa. Berkaitan dengan janji Allah ini, sifat orang yang bertakwa dijelaskan dalam dua ayat berikutnya, yaitu Q.S. Ali Imran: 134-135.

Dan di paragraf keempat beliau menjabarkan: Pertama, orang yang menginfakkan hartanya baik dalam keadaan lapang maupun sempit. Orang kaya bersedekah itu biasa tapi orang miskin bersedekah itu luar biasa. Yang dinilai oleh Allah dalam hal ini bukan besarnya sedekah, melainkan semangatnya. Itulah yang disebut ihsan, kebaikan di atas kebaikan. Kedua, orang yang mampu menyembunyikan dan mengendalikan amarah dan suka memaafkan. Orang yang disakiti dan boleh membalasnya, namun memilih sabar dan memaafkan. Orang bertakwa mengedepankan supremasi akhlak di atas supremasi hukum. Ini juga perbuatan ihsan. Ketiga, orang yang bila melakukan perbuatan keji atau perbuatan dosa yang merugikan diri sendiri, lalu ingat Allah, segera memohon ampun, dan berjanji tidak mengulanginya lagi (bertobat).

Dari tema “Kaidah Akhlak” yang menasehati kita agar berusaha membudayakan untuk mengingat keutamaan dan kebaikan, serta mudah memaafkan kesalahan sesama, di tema “Supremasi Akhlak” ini kita mendapati nasihat yang lebih tegas. Bahwa orang yang bertakwa adalah orang yang mengedepankan perilaku yang baik sesuai ajaran Islam sebagai pedoman utama dan tertinggi, di atas pertimbangan hukum.

Dan salah satu akhlak orang bertakwa itu adalah orang yang mampu menyembunyikan dan mengendalikan amarah dan suka memaafkan. Orang yang disakiti dan boleh membalasnya, namun memilih sabar dan memaafkan.

Semoga Allah senantiasa membimbing kita semua untuk menemukan kepresisian dalam menerapkan nasihat dan tuntunan itu di kehidupan bersama sebagai Masyarakat Maiyah Paseban Majapahit. Amiin.

Bagikan:
MyMaiyah.id

MyMaiyah.id

Tulisan Terbaru dari MyMaiyah.id

HOME