
Hasil untuk "mukaddimah Suluk Surakartan"
Ditemukan 10 hasil (9 artikel, 1 simpul).
Simpul Terkait

Artikel Terkait

Keseimbangan
Keseimbangan bukanlah sebuah hasil akhir atau titik henti dan ia tidak pernah hadir secara tiba-tiba, Keseimbangan adalah sebuah garis yang mesti kita perjuangkan dan kita tempuh secara sadar dan terus menerus. Dalam ruang Sinau Bareng dan Taddabbur ini, kita diajak untuk terus mengolah kebenaran subjektif masing-masing agar tidak berhenti disitu saja. Melalui ruang ini kita […]

MUNKAR KESINGSAL
Sering kali kata “munkar” kita definisikan begitu saja sebagai suatu norma yang sudah jelas salah, tanpa pernah dibedah lebih dalam. Pemahaman yang kurang komprehensif ini justru berpotensi menyeret kita pada penyempitan makna. Ketika sebuah kata tidak terus didiskusikan, dipertanyakan, dan ditumbuhkan melalui sudut pandang baru, maka ia berhenti menjadi nilai hidup dan sekedar jadi label […]

KUNANG-KUNANG
“Orang Maiyah terang dalam kegelapan, kaya dalam kemiskinan.” Kalimat itu tertulis di sampul salah satu buku Mbah Nun, menemani perjalanan bagi mereka yang menempuh hidup dan menambal kekosongan makna yang telah dialami. Dalam buku itu juga tertulis, “Orang Maiyah adalah orang hidup yang menghidupi kehidupan dengan tuntas menjalaninya, merenunginya, menghayatinya, menangisinya, dan menertawakannya.” Ada sesuatu […]

YONI
Yoni, dalam tradisi kuno, lebih dari sekadar simbol feminin berbentuk lubang oval atau lingkaran yang melambangkan organ reproduksi wanita. Simbol ini membawa makna mendalam tentang konsep pengasuhan, kelahiran, dan keberlanjutan kehidupan. Melampaui interpretasi fisiknya, yoni merepresentasikan energi memelihara dan mengasuh yang menjadi fondasi keberlangsungan semesta, sebuah prinsip yang bahkan dapat kita refleksikan dalam berbagai dimensi […]

LINGSEM
Manusia memiliki sesuatu yang sangat halus, lembut, dan sering kali tak kasat mata, sesuatu itu sering disebut “martabat”. Hal ini tidak selalu terucap, tetapi kehadirannya sangat terasa. Rasulullah SAW pernah bersabda: “Setiap Muslim dengan Muslim yang lain itu haram darahnya, hartanya, dan kehormatannya” (HR. Muslim). Pesan ini sangat penting untuk menjaga keseimbangan hubungan antarmanusia. Kehormatan […]

PITU
Bergantinya angka usia sebuah komunitas adalah momen yang tepat untuk melakukan refleksi perjalanan yang telah dilalui bersama. Judul “Pitu” (tujuh) dipilih untuk edisi ulang tahun ke-7 Simpul Maiyah Suluk Surakartan. Di samping melakukan refleksi bersama, dalam edisi ini kita akan melakukan tadabbur terhadap angka tujuh yang harapannya dapat memberikan spirit baru bagi ruang tumbuh yang […]

WA LAA TANSA
Baru-baru ini kita dihujani kabar tentang segelintir orang yang bergaya hidup mewah. Harta mereka yang dipamerkan di medsos membuat rakyat Indonesia seperti makan nasi sayur dengan satu sendok garam: tidak enak. Tampak sekali bahwa komposisinya tidak pas. Karena setiap hari kita masih mudah menemukan tunawisma di tepi jalan. Guna meredakan rasa tidak enak itu, kita […]

NGAJENI DHUWIT
Sluku-sluku bathok Bathoke ela-elo Si Rama menyang Sala Leh-olehe payung montho Mak jenthit lololobah Wong mati ora obah Yen obah medeni bocah Yen urip goleka dhuwit Tembang ini tidak asing di telinga kita. Meski sekarang jarang dinyanyikan, tetap saja ingatan liriknya nempel di kepala. Sampai di sini, tembang tersebut menyinggung soal uang (dhuwit). Orang hidup […]

JEJAK ADAB SANG MARJA’
Pagi-pagi di awal tahun 2023, Jumat, 20 Januari, Jamaah Maiyah mendapatkan kabar duka. Marja’ Maiyah, KH. Ahmad Fuad Effendy atau Mbah Fuad dipanggil oleh Allah Swt. Beliau adalah Marja’ Maiyah yang dikenal dengan sikap rendah hati dan pengayomannya dalam menemani jamaah mentadabburi Al-Quran. Pengajian Padangmbulan yang diasuhnya bersama Mbah Nun adalah tonggak bermulanya Maiyah. Kepergiaan […]




