
Hasil untuk "mukaddimah Sulthon Penanggungan"
Ditemukan 10 hasil (9 artikel, 1 simpul).
Simpul Terkait

Artikel Terkait

Kode Etik +26
Kadang kita merasa negeri ini baik-baik saja. Masjid ramai, pengajian hidup, doa tidak pernah sepi. Tapi di sisi lain, kita juga sering menyaksikan amanah yang bocor, janji yang ringan diucap tapi berat ditepati, dan ruang digital yang lebih panas daripada ruang tamu kita sendiri. Ada sesuatu yang seperti belum selesai dalam diri kita. Pertanyaannya: apa […]

MI’RAJ: TERAPI DARI ALLAH
Ada masa dalam hidup manusia ketika langkah terasa berat, doa terasa pendek, dan dunia terasa terlalu bising. Hati ingin diam, tapi keadaan memaksa berlari. Di saat seperti itulah kita sering lupa: bahwa Allah tidak pernah membiarkan hamba-Nya menanggung beban sendirian. Isra Mi’raj bukan hanya kisah langit, tapi kisah tentang Tuhan yang mendatangi manusia yang sedang […]

MENJAGA TUHAN TETAP TUHAN
Dalam masyarakat yang mengaku religius, mengapa praktik keberagamaan justru sering melahirkan kultus individu? Mengapa kritik terhadap tokoh agama, pemimpin politik, atau figur intelektual lebih mudah memicu kemarahan kolektif dibanding pelanggaran terhadap nilai-nilai ketuhanan itu sendiri? Apakah ini tanda kedewasaan iman, atau justru indikasi bahwa orientasi ketuhanan kita telah bergeser secara halus dari Tuhan kepada manusia? […]

MULIYO
Napas Ramadhan yang masih tersisa dalam jiwa, semoga akan terus hidup dalam raga yang masih berjuang menempuh kesesatan jalan rimba ujian untuk menemukan jalan kembali kepada Allah SWT. Ada yang menangis tersedak saat meninggalkan Bulan Ramadhan karena merasa masih belum kokoh membawa iman. Ada juga yang belum tuntas meng-akumulasi iman, namun pasca Ramadhan ada yang […]

MULIYO
Napas Ramadhan yang masih tersisa dalam jiwa, semoga akan terus hidup dalam raga yang masih berjuang menempuh kesesatan jalan rimba ujian untuk menemukan jalan kembali kepada Allah SWT. Ada yang menangis tersedak saat meninggalkan Bulan Ramadhan karena merasa masih belum kokoh membawa iman. Ada juga yang belum tuntas meng-akumulasi iman, namun pasca Ramadhan ada yang […]

DEMOKREASI
Semakin hari percakapan politik warga negara semakin bising mengisi teras-teras tetangga, beranda sosial media. Bahkan menjadi ajang kompetisi headline portal-portal berita yang kemudian diamplifikasi oleh rakyat bawah di warung-warung kopi yang sesekali tampak sobekan kertas bertuliskan catatan hutang para pelanggan. Generasi-Z yang hampir tidak pernah diajarkan ilmu dasar politik menjadi sasaran empuk para pemburu suara […]

KEMBANG KEMPIS
Eskalasi para elit politik dalam rangka mempromosikan calon nakhoda Kapal Pesiar Nusantara kian waktu menjadi kian tabu. Aneka gimmick yang mengaburkan sisi otentik menjadikan podium-podium sakral nan akbar menjadi bubar dalam konteks ide dan gagasan. Pertanyaan lantang dari arus bawah selalu terjawab dengan ngambang versi over-normatif yang sulit digariskan pointnya menuju titik substansi akar masalahnya. […]

COMMENT SENSE
Melihat situasi hari ini jadi teringat kalimat “Si Bisu sedang berbicara pada Si Tuli, sedang Si Buta melihat Si Lumpuh berjalan”, banyak hal di luar nalar, namun kenyataan itulah yang terjadi jika kita rumuskan tingkah polah manusia ditambah konstelasi politik kemudian dibagi kenaikan bahan pokok dan dikali pekerjaan yang semakin sulit, maka hasilnya sama dengan […]

FAST
Pagelaran kontestasi para calon pemimpin negeri sedang mendominasi topik percakapan sehari-hari. Begitu masif informasi terisi hampir di setiap kolom di ruang-ruang digital maya yang mengabarkan progres kompetisi demokrasi. Bahkan sudah mulai bergeser di warung-warung kopi yang biasa nuansanya hangat persaudaraan menjadi laga perdebatan dan rasan-rasan tentang tindak-laku para calon pemimpin lima tahunan. Intrik elit politik […]




