LEBIH DALAM MEMAHAMI NETWORKING DAN KOLABORASI

(Liputan Workshop Berdaya Bersama Mandiri Berekonomi kolaborasi Diplomat Success Challenge Wismilak Foundation dengan caknun.com dan Majelis Ilmu Maiyah Bangbang Wetan Surabaya, Balai Pemuda Surabaya, Jumat 11 Agustus 2023) 

Pada pukul 15.18 WIB, setelah sesi kedua membahas strategic thinking dan merevolusi strategi pemasaran, tiba sesi ketiga membicarakan networking dan kolaborasi dengan narasumber Rizky Dwi Rahmawan dan Cretta Cucu Abdullah. 

Mas Rizky yang mempunyai produk usaha nira kelapa mendapat kesempatan pertama berbagi pengalamannya dalam berbisnis yang dijalaninya sejak zaman kuliah. Ia menyampaikan pengertian sederhana bahwa networking adalah bebrayan. Dalam membangun bisnisnya, pertama-tama ia membangun jejaring atau bebrayan dengan masyarakat yang merupakan memiliki potensi usaha produk nira kelapa. Pasalnya, di daerah itu banyak terdapat pohon kelapa. 

Mas Rizky merintis usahanya sejak berstatus mahasiswa. Saat awal merintis bisnis berjejaring dengan masyarakat, ia mendapat penolakan. Setelah itu, ia mengadakan workshop juga gagal. 

Mas Rizky me-trigger tiga orang petani nira dengan pendekatan bebrayan. Awalnya faktor emosional, kemudian mendapat impact kenaikan harga setiap bulan, membuat orang di sekelilingnya merasa ingin tahu. Usaha awal mengadakan workshop bagi petani tidak membuahkan hasil. Mas Rizky menuai keberhasilan usahanya dalam menumbuhkan ekonomi menengah ke bawah ketika ada pioner yang menjadi pendahulu membuktikan bahwa produk nira bisa memberikan impact nilai ekonomi. Semua dilakukan dengan sinergi. 

Problemnya, jika ada orang yang mengambil jalan pintas produk ekonomi yang dibangun Mas Rizky menjadi masalah yang tidak sederhana jika merugikan kelompok usahanya. Pada posisi seperti itu ia lebih memilih mengalah dan diam. Menurutnya, ketika kita lebih dewasa menghadapi situasi yang tidak enak, orang akan melihat karakter kita dan menilai karakter kita lebih baik meskipun kita rugi secara finansial. 

Jika bisnis kita sudah berjalan, khususnya ketika ada perusahaan yang melakukan pembelian berulang produk kita, urusan trust dan penilaian baik orang tentang produk kita dalam jangka panjang perlu kita jaga dan perhatikan. Supaya perusahaan itu tetap membeli produk kita karena percaya produk kita baik.

***

Usai Mas Rizky, giliran Mas Cucu berbagi ilmu dan pengalaman. Ia merasa beruntung setelah menjadi runner up Diplomat Success Challenge (DSC) tahun 2015 karena ia mendapatkan mentoring selama dua tahun pada kondisi produknya belum laku dikenal dan laku di pasaran. Dari situ Mas Cucu me-breakdown belajarnya tentang finance. Mas Helmy Yahya sebagai salah satu mentor dan juri DSC ‘membantai’ habis-habisan Mas Cucu tentang finance. Intinya Mas Helmy Yahya membekali Mas Cucu untuk siap dan sadar bahwa ilmu tentang finance itu penting sebagai modalnya kelak jika menjadi pemimpin di bidang usahanya. 

Dalam mentoring DSC itu, ia tidak hanya mendapat ilmu yang dibutuhkannya, tetapi sekaligus bisa saling curhat dan sharing tentang banyak hal yang dikeluhkan. Terutama tentang networking ke perusahaan besar yang mau membeli produk usahanya jika dijual massal. 

Mas Cucu merasa diuntungkan pasca curhat karena networking gemar berdiskusi, beliau dipertemukan dengan seorang om dari salah satu rekan usaha yang memiliki perusahaan di bidang pembuatan molding. Networking dengan om salah satu rekan pelatihan di DSC itu merealisasikan keperluan Mas Cucu membuat part mikrofon dalam jumlah yang banyak. Mas Cucu mendapat privilege kenal dengan teman keponakan pemilik perusahaan dan menjadikan segala yang dimasalahkan Mas Cucu soal produksi part dan harga produksi yang terjangkau bisa terjadi.

Ia bercerita sebelum pandemi masif melakukan distribusi produknya. Ketika pandemi kebutuhan hidup Mas Cucu semakin meningkat. Karena kegiatan manggung nggak ada, yang membeli produknya juga nggak ada. Mas Cucu bingung mau mengerjakan apa. Beruntungnya tim beliau banyak melakukan brainstorming

Tim Mas Cucu bisa berpikir lebih dalam soal produknya pada saat pandemi. Keunggulan Mas Cucu dalam mengelola produk usahanya adalah rapi perihal data penjualan termasuk data lengkap pembeli. Ia sampai tahu nama customer, produk apa yang dibeli, dan nomer telponnya. Dalam setiap proses pembelian produknya, customer diarahkan mengisi form registrasi. Pada saat pandemi, data itu yang dimanfatkan Mas Cucu untuk mengontak beberapa dealer untuk menawarkan produk yang dijualnya. Ini menjadi langkah yang berani dan strategi yang matang dengan modal mempunyai data tentang customer.  Setelah mengontak beberapa dealer, beberapa dealer tertarik membeli produk yang ditawarkan Mas Cucu. 

Mas Cucu mendapatkan dan terlatih memiliki keberanian, piawai, paham, dan persona untuk memperkenalkan produknya. Beberapa keahlian dalam memperkenalkan produk itu didapatkan Mas Cucu dari DSC. Ia bercerita mendapat banyak manfaat dari DSC yang diikutinya. 

Manfaat itu dirasakannya salah satunya dengan networking dan kolaborasi dengan B Craft serta selanjutnya Kemenparekraf. Berkat kerja sama itu Mas Cucu diminta teaching ke beberapa tempat di luar negeri dan promosi produknya di antaranya di Frankfurt, Germany. Produk Mas Cucu mendapat insight baik di setiap tempat yang membuka kesempatan Mas Cucu memperkenalkan produknya. Tidak sedikit orang luar negeri sangat tertarik dengan produk yang dibuat Mas Cucu. Sebabnya, karena produknya berkualitas baik dengan harga terjangkau. Sementara kalau produk brand besar, produknya berkualitas dengan harga yang mahal. Produk Mas Cucu tidak kalah dengan produk brand besar, salah satunya adalah Sony.

Pengalaman berharga yang dibagi Mas Cucu soal desain produk adalah ketika kita mendesain produk dengan parameter yang baik, orang luar akan merasa tertarik untuk membeli karena kita mampu mendesain produk berkualitas dengan harga yang terjangkau. Keuntungan yang didapat Mas Cucu dalam hal serius mendesain produknya adalah ia bisa berkolaborasi dengan vlogger terkenal di luar negeri yang suka mereview produk-produk. Vlogger tersebut ketika ditawarkan produk dari Mas Cucu merasa senang dan kagum. Produk Mas Cucu di-review dengan cukup baik dan detail oleh vlogger tersebut tanpa ada review sisi kekurangan produk.

Mas Cucu mempunyai keinginan besar membanggakan masyarakat Indonesia terutama di bidang audio, bahwa produk buatan anak bangsa mampu bersaing secara kualitas yang tidak kalah dengan produk brand terkenal.  Salah satu contoh kasusnya pada saat khutbah Jumat kualitas audionya kurang bagus, sehingga jamaah yang mendengarkan kebanyakan menjadi ngantuk. Harapan Mas Cucu melalui Seruniaudio ia bisa mengubah kualitas audio setiap masjid itu menjadi lebih baik. Mas Cucu juga berharap, Seruniaudio menjadi legacy dan inspirasi bagi masyarakat Indonesia bahwa Indonesia punya produk audio yang berkualitas, mampu bersaing dengan brand terkenal.

Seperti pada dua sesi sebelumnya, para peserta menyimak dengan serius. Poin-poin penting yang disampaikan setiap narasumber dicatat. Workshop sesi ketiga berakhir pada pukul 16.30 WIB. Setelah selesai acara sesi tiga pun beberapa peserta langsung mengerumuni Mas Cucu di belakang panggung. Terdengar lamat-lamat dari kejauhan setiap peserta melempar pertanyaan ke Mas Cucu. Tampak peserta mau tahu lebih banyak soal produk yang dibuat oleh Mas Cucu serta ingin sharing lebih dalam pengalaman Mas Cucu bisa sukses mengembangkan produknya. 

Surabaya, 11 Agustus 2023

Lihat juga

Back to top button