Malam menjelang Nisfu di bulan Sya’ban, keluarga Gugur Gunung melingkar pertama kali di tahun 2026 pada hari Sabtu, 31 Januari. Tema awal tahun ini mengangkat tema Udzunun(w) Wa’iyyah yang dimaknai sebagai bejana dengar.
Tema ini mencoba mengurai pentingnya pendengaran yang bisa membuat hati hidup dan perilaku lebih tertata.
Dalam perbincangan ini, hamparan Ciptaan Allah adalah Seruan (adzan) yang mengajak manusia untuk mendekat. Seruan ini ditangkap oleh pendengaran (Udzun). Seruan ini diperdengarkan setiap saat. Semuanya ‘menyuarakan’ Allahu Akbar hingga La ilaha illallah.
Bentuk Telinga dan Janin
Daun telinga jika dilihat seolah membuat relief jabang bayi/janin di alam kandung (rahim). Kubah Kasih Sayang yang tak tercemar, yang masuk dan yang diterima janin adalah saripati. Setelah lahir, tradisi dengar si janin ini menitipkan jejak pada daun telinga, di samping kiri dan kanan dan tipis. Semacam lambang udzun yang mendengarkan Seruan Allah dengan taat sebagaimana di alam Rahim.
Pesan Singkat
Kita akan menua setiap waktu, tapi jika pendengaran tetap dijaga sebagaimana pendengaran penghuni alam rahim. Insya Allah kita akan diberi kubah Rahiim-Nya yang tetap bening di tengah keruh, tetap tenang di tengah gaduh. Wallahua’lam. (Redaksi Majlis Gugur Gunung)









