Kususupi hening ruang, dan kepalaku masih riuh. Suara-suara yang berebut minta kuturuti, membuat kepala ini serasa mau pecah.
Kukira hanya Fir’aun yang mengaku dirinya Tuhan. Ternyata, masih banyak orang yang menuhankan dirinya atas orang lain.
Padahal, tuan rumah sejati hati kita hanyalah Allah.
| Shohibu Baity, Ya Shohibu Baity
…
Ruang dan waktu bekerjasama menjelma tempat aku duduk-diam.
Dan dalam diam, daku berjuang mengungkap segala arti.
Merangkak, meniti jalan terjal antara Cahaya penuntun dan bisikan Kegelapan.
| Imamu Hayati, Ya Imamu Hayati
…
Apa sejatinya waktu? Bukankah ternyata ia adalah sesuatu yang lebih pelik dari sekedar jarum jam?
Lebih tak terduga dari sekedar siang dan malam?
Sepanjang mataku memandang, tak kunjung kutemukan ujung Timur atau ujung Barat. Sedang aku baru ingat, Allah berfirman “lā syarqiyyatiw wa la gharbiyyah” — Tidak timur, tidak barat.
Lantas untuk apa aku mencari kepastian di timur dan di barat?
Tataplah saja kehidupan apa adanya, temukan perputaran matahari dan rembulan di setiap tetes embun, di setiap bintang yang bergeser, di setiap wajah yang terus berubah warna.
Temukan kesejukan yang Tuhan titipkan pada setiap ciptaan-Nya.
Tumbuhkan keyakinan ‘tuk melangkah dari dan menuju sangkan paran kesejukan itu.
| Mursyidu imanii
| Anta syamsu qolbi
| Qomaru fuadi
| Ya qurratu ‘aini
…
Tataplah mereka yang dipinggirkan.
Hayati rintihan mereka yang ditinggalkan.
Temukan sebagian dari dirimu di sana. Kancani mereka. Sejukkan hati mereka, dan yakinkan dalam dirimu bahwa Allah-lah penolong nasibku, nasibmu, nasib kita semua — Syafi’u nashibi.
Rebut kembali hidupmu. Perjuangkan kebebasanmu dari segala penjajahan yang dilangsungkan di atas bumi ini oleh pemilik kekuatan yang tidak pantas. Rawatlah semangatmu dalam meniti pecahan pecahan cahaya yang bermuara pada kebesaran-Nya.
Sekali kau bersatu dengan kebesaran itu, kau tak akan tersentuh oleh segala kebesaran yang semu — Ya maula jihadi
Dan jika kau lelah dalam kerasnya pergolakan itu, basuhlah hatimu di telaga kerinduan, yang berada tegak lurus di bawah cakrawala cinta — Ufuqu Syauqi
Segala perjuangan yang terus kita rawat, segala persaudaraan yang terus kita perluas dalam misi mengamankan, segala persentuhan kita dengan berlapis-lapis dimensi, semoga bisa kita bawa sebagai bekal ke depan pintu gerbang keabadian — Ya baabu akhiroti
| Syafi’u nashibi
| Ya maula jihadi
| Ufuqu Syauqi
| Ya baabu akhiroti






