MENDAPATKAN AKHIRAT DAN MENDAPATKAN DUNIA

Disebutkannya akhirat dan dunia dalam satu tarikan napas keterkaitan dalam al-Qur’an Surat Al-Qasas ayat 27 (wabtaghi fiima aatakallahud daarol akhirota wala tansa nashiibaka minad dunya… ) tidak saja mengisyaratkan kondusivitas manusia terhadap mendapatkan rezeki dan barokah dari Allah selama menjalani hidup di dunia, tetapi juga menurut Mbah Nun ayat ini mengkritik pandangan sebagian dari kita kaum moderen yang mungkin mengira bahwa kalau kita mencari Allah atau mencari Akhirat lantas dianggap tidak kebagian dunia. Menurut Mbah Nun tidaklah demikian halnya, sebab Allah juga yang memiliki dunia. Ayat ke-27 Surat Al-Qasas ini dengan terang menunjukkan bahwa akhirat dan dunia tidak diletakkan dalam posisi saling menegasikan. Sebaliknya, berdasarkan ayat ini, kita berposisi kondusif mendapatkan akhirat sekaligus mendapatkan dunia.

Lihat juga

Back to top button