JAZZ DAN MAKAN MALAM

Hari pertama diakhiri dengan sesi diskusi dalam kelompok-kelompok kecil dengan setiap kelompok berisi 8 peserta ditambah dengan seorang fasilitator. Diskusi berlangsung seru, dinamis, dan kadang lucu. Kami membicarakan kesamaan-kesamaan dari masing-masing pribadi dalam dasar membangun kolaborasi. Asik, menyenangkan, sesuatu yang baru yang saya dapatkan dalam rangka perjalanan memberi yang terbaik untuk untuk anak-anak, (untuk guru-guru) saya.

Pukul 17.00 waktu Memphis sesi diskusi selesai. Sesuai daftar acara akan diselenggarakan jamuan makan malam yang berada di rooftop  (lantai paling atas) hotel yang kami tempati. Jamuan makan malam dimulai jam 19.00, tetapi jam 18.00 sudah dimulai acara pendahuluan. Saya sendiri naik ke lantai atap jam 17.30-an. Mumpung masih sepi, lift belum antre dan yang penting bagi saya adalah melihat pemandangan kota Memphis. Saya observasi tempat untuk melihat-lihat. 

Di sebelah utara adalah ke arah rumah sakit St. Jude. Jarak dari hotel ke RS kira-kira 7-8 blok. Kalau naik mobil kira-kira 7 menit. Namun dulu ketika saya magang di sini tahun 2007, saya diberi pondokan persis di depan RS. Jadi kalau saya mau ke kota (ke arah hotel yang sekarang saya tempati) saya lebih suka jalan kaki, yang memakan waktu kira-kira 25 menit. Ada satu area jalan yang bernama Beale street, ini adalah Malioboronya Memphis, tetapi di sini yang tersohor adalah pertunjukan musiknya. 

Ada banyak rumah makan, bar, bahkan panggung terbuka yang selalu menyajikan acara live music, dengan berbagai macam jenis musik. Oh ya tempat ini sangat terkenal dengan kepiawaian musisi-musisinya terutama pada aliran musik blues. Pada waktu akhir pekan, tempat ini sangat ramai dan penuh pengunjung untuk menikmati steak sambil nonton pertunjukan musik. Beale st. ini hanya berjarak 1 blok dari tempat di mana sekarang saya menginap. Tapi sayang, tampaknya kali ini tidak berkesempatan nongkrong dan ngeluyur di Beale St.

Di sebelah selatan dan timur terlihat down town (pusat kota), sebenarnya hotel ini juga berada di pusat kota. Tampak kesibukan kendaraan yang lalu lalang di dalam kota ini. Kota yang teratur, dengan banyak lampu merah, tetapi belum pernah saya lihat ada kemacetan di sini.

Di sebelah barat tampak sungai Mississippi yang membelah negara bagian Tennessee (dengan ibu kotanya adalah Memphis) ini dengan negara bagian Arkansas. Terlihat dari lantai atap ini adalah jembatan sungai Mississippi yang sangat terkenal.

Itulah sekilas apa yang bisa dilihat dari lantai atap ini. Sementara teman-teman sudah mulai berdatangan untuk menikmati sunset dari atap hotel, saya memainkan kamera yang saya bawa. Tidak banyak yang bisa saya ambil gambarnya karena sudut serta komposisi atap sini ternyata memang kurang bagus untuk menggambarkan landscape kota Memphis.

Lantai atap ini dibagi dua bagian yang outdoor dan indoor. Sementara yang indoor terdengar suara musik Jazz yang mengalun, saya tengok ke dalam, Aaaah…. Ada 5 orang musisi yang berada di atas panggung memainkan lagu yang berjudul ‘Autumn Leaves’ sebuah lagu jazz standar yang sangat terkenal. Saya mendekat ke arah panggung, ada penabuh drum, pemain keyboard, pemain bass dan dua orang pemain alat tiup. Satu memainkan saxophone dan satunya memainkan trumpet.

Saya langsung nongkrong di meja paling depan sambil satu dua memotretnya dan membuat potongan-potongan video bagaimana mereka bermain jazz. Tak ada partitur tak ada dirijen. Semua mengalir dengan begitu saja. Banyak lagu yang dimainkan sesudah Autumn leaves, seperti Take the A train, C jam blues, On green dolphin street, Body an soul, All the things you are dll. Saya masih asik menikmati permainan mereka, sebuah grup band yang tak bernama tetapi memainkan beberapa komposisi standar nyaris tanpa cela. 

Tidak sadar para peserta masuk ruangan dan sudah membawa piring yang berisi makan malam. Saya pun ikut antre di barisan meja makan. Sementara grup band masih memainkan lagu ‘What is this thing called love’.

Saya mengambil potongan daging ayam dengan sauce black pepper. Saya duduk jejer teman dari Nephal, dr. Krishna. Sambil mengiris daging ayam, yang menurut saya enggak ada rasanya, maksud saya jauh lebih enak masakan mbok Reso atau Ayam baladonya mbak Sri, atau gulai ayamnya RM Duta Minang, kami ngobrol tentang pengalaman masing-masing. Kami saling belajar, kami saling bertukar informasi. 

Ini adalah bentuk kreasi dalam rekreasi.

Memphis Subuh, Nov 2022

Lihat juga

Lihat juga
Close
Back to top button