TAWASHSHULAN LINGKAR DAULAT MALAYA EDISI 70 TAHUN MBAH NUN

Acara Tawashshulan tahun ini ada formulasi berbeda, di mana acara diselenggarakan secara serentak di berbagai titik simpul Maiyah dalam maupun luar negeri. Ditayangkan online via zoom.

Formulasi Ini bagian dari pantulan nilai di antara sifat Allah yaitu Al-Badi’u (Maha Pembaharu). Para penggiat sudah memancar aura kebahagiaan menyambut acara ini sejak proses penataan tempat penyelenggaraan acara.

Tawashshulan kali ini pun agak berbeda dari biasanya bagi kami. Teman-teman Hadroh An-Nahdoh dari STAINU Tasikmalaya ikut hadir membersamai nuansa kegembiraan malam munajat dan shalawat kita semua.

Tawashshulan melatih kita untuk membiasakan diri bersyukur kepada Allah di segala situasi dan kondisi yang kita hadapi. Pahit manis, duka maupun suka yang kita hadapi, semua bagian dari kasih sayang Allah sekaligus Ujian dari-Nya.

27 Mei adalah moment penting bagi kami jamaah Maiyah, karena di tanggal dan bulan itu Simbah Muhammad Ainun Nadjib dilahirkan ke bumi. Melewati beragam peristiwa sampai pada saat ini kita semua ditakdirkan Allah dipertemukan, dipersentuhkan, dipadupadankan dengan Simbah, dengan nilai-nilai yang konsisten beliau pegang dan lakoni. Nilai-nilai Ilahi yang mudah diresap oleh siapapun saja di setiap sinau bareng bermaiyah lewat pitutur dan perilaku Simbah.

Di usia yang ke 70 Tahun ini  Simbah terus berjalan, konsisten menemani, membersamai anak cucu dan menjunjung tinggi nilai ruhani dan sentuhan-sentuhan nurani.

Tepat pukul 20.15 acara tawashshulan dimulai sesuai tahapan modul yang sudah dibagikan dan diistiqamahi bersama setiap Rabu Malam.

Semua saling melatihkan diri menyelami samudera kekhusyukan batin masing masing. Lantunan Shalawat berharmoni dengan suara ketukan hadroh, menggema di dalam ruangan LT 2 Gedung Dakwah Islamiyah Tasikmalaya.

Sekitar Pukul 21. 40 tawashshulan selesai dan ditutup dengan doa, dipuncaki kenikmatan dengan menyerap alunan Shohibu Baity, bersinergi dengan Hasbunallah berjama’ah dan dipungkasi dengan mushafahah dan ramah tamah.

Selanjutnya semua jamaah fokus mendengarkan wejangan Simbah via zoom. Berlanjut ke tahapan saling merespons persentuhan dan ketersentuhan di antara jemaah secara random, dielaborasi berbagai nilai dari respons jamaah dengan tawa kegembiraan yang sakinah.

“Ini bagian dari tahapan perjalanan rakaat panjang kita semua sebagai makhluk berstatus Insan belajar menjadi Hamba dan pengkhalifahan menuju yang pantas dituju.”

Maiyah adalah Fitrah Manusia. Bermaiyah Adalah Hidayah Allah yang Maha Kuasa. Istiqomah maiyahan adalah nilai juang sepanjang masa. Maiyah: Kebersamaan kita semua selaku manusia Abdan Abdiyya—Hamba Yang sungguh-sungguh menghamba kepada-Nya. “Gelap Jadi Cahaya.”

Semoga Simbah beserta keluarga sampai kepada anak cucu semua keluarga besar bangsa Nusantara senantiasa ada dalam keterbimbingan cahaya dari Allah yang Maha Segalanya.

Tasikmalaya, 27 Mei 2023

(Redaksi Lingkar Daulat Malaya)

Lihat juga

Back to top button