QUM

(Mukaddimah Milad ke-6 Majelis Ilmu Maiyah Kalijagan Demak, Jumat, 3 Februari 2023) 

Di kehidupan peradaban modern ini sering dipertanyakan bahkan diperdebatkan tentang mana yang lebih utama antara pembangunan manusia ataukah pembangunan sistemnya.

Kalau merujuk pada urutan surat dalam Al-Qur’an, surat Al-Muzzammil dulu baru Al-Muddassir. Meskipun sama-sama urusan selimut, tetapi mestinya ada perbedaan perspektif dan muatannya antara kedua surat tersebut. Mungkin yang selimut “Al-muddassir” berspektrum sosial. Sebab, adanya perintah bangun untuk memberi peringatan. Sedangkan “Al-muzzammil” lebih individual. Suatu tuntunan agar seorang muslim menyingkapkan selimut untuk bangkit, berwudhu, kemudian mendayagunakan waktu malam harinya untuk melakukan shalat.

Dengan perspektif dan muatannya ada yang berbeda antara “Al-muzzammil” dan “Al-muddassir” selanjutnya ada kata yang sama yaitu Qum yang artinya ‘bangunlah’. Bangun dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia artinya: bangkit/berdiri. Bangun sendiri mempunyai arti dalam kelas verba atau kata kerja sehingga bangun dapat menyatakan suatu tindakan, keberadaan, pengalaman, atau pengertian dinamis lainnya.

Nah, sekarang mulai dari mana kita membangun? Dan apa hubungan selimut dengan pembangunan manusia dan sistemnya? Qum! Kalijagan pada ulang tahunnya yang keenam akan mempelajari tentang Qum ini. Tentu saja setelah proses Iqra – bacalah, lalu muddatsirun – orang yang berselimut, Qum – berdirilah, baru terakhir fa-andzir-berilah peringatan. 

(Redaksi Kalijagan)

Lihat juga

Back to top button