MENGIMPLEMENTASIKAN MAHKAMAH KEMULIAAN DENGAN TILIK RUMAH ASUH

(Liputan Majelis Ilmu Maiyah Lingkar Maiyah Sedulur Pasuruan edisi November 2023)

Agenda Maiyahan Sabtu, 11/1023 kali ini bertempat di Dusun Grogolan, Ngembe. Memasuki jalan dusun Grogolan, kami disuguhkan suasana khas masyarakat desa. Orang-orang yang berkumpul di luar rumah, ngobrol sambil ngopi dan sebat, gayeng, tanpa distraksi untuk menunduk pada layar gadgetnya sendiri-sendiri. Di warung kecil, teras rumah, dan gardu jaga masih banyak orang berkumpul dan bercengkerama dengan canda, guyon dan gagasan yang dinamis tentang beragam hal dan perkara.

Orang-orang yang melintas mengucapkan “nuwun sewu” dan dijawab “monggo”. Sebuah wujud penghormatan kepada kumpulan manusia yang sedang melakukan interaksi sosial dan membicarakan gagasan atau sekadar obrolan ringan. Gambaran yang apik tentang pola budaya yang hidup di masyarakat dan lestari hingga saat ini.

Ketika sampai lokasi Maiyahan yang bertempat di kediaman mas Andi, tampak beberapa jamaah sudah berkumpul dan mengobrol ringan. Acara Maiyahan kemudian dibuka oleh Mas Rizal dan dilanjutkan dengan tawashshulan yang dipimpin oleh Mas Andi. Memasuki sesi diskusi, pembahasan diawali dengan membedah apakah makna “Mahkamah Kemuliaan” yang dimaksud dalam tema bulan ini. Mas Ari berpendapat bahwa “Mahkamah Kemuliaan” adalah lingkaran-lingkaran Maiyah seperti sekarang ini, dimana orang saling berkumpul dengan penuh keikhlasan, berbicara gagasan dan harapan dengan orientasi kemaslahatan kemudian melahirkan rumusan kemungkinan yang paling bisa dilakukan. Yang paling utama, dalam lingkaran tersebut jangan sampai Tuhan tidak dilibatkan.

Dilanjutkan oleh Gus Ishom selaku desainer poster. Seperti biasa, dengan asyik beliau menjelaskan makna komposisi gambar yang tertuang dalam poster yang dibuatnya. Dari segi gambar, secara keseluruhan dimaknai untuk menggambarkan harapan masyarakat banyak atas sebuah mahkamah. Yang menarik adalah penjelasan tentang proses pembuatannya. Gus Ishom menjelaskan bahwa kali ini ia sengaja mengikuti trend poster animasi 3D menggunakan AI.

Dalam pembuatannya yang melalui sampai 8 kali proses generate, sebagai desainer grafis ia merasa hasilnya masih belum sesuai dengan apa yang dituju. Dari proses tersebut, disampaikab bahwa hikmah yang dapat diambil adalah bahwa setiap orang pasti memiliki gambaran untuk di”generate.”

Diskusi kemudian mengerucut tentang frasa “Mahkamah Kemuliaan”. Makna mahkamah dan kemuliaan yang seperti apa yang dirujuk oleh tema tersebut? Mas Ubaidillah Manajer Padhang Howo mengupasnya dari sisi bahasa, dimana mahkamah berasal dari kata hakama-yahkumu-hukman yang dapat diartikan sebagai memutuskan, menetapkan, dan menyelesaikan setiap permasalahan. Mas Jufri menambahkan tentang ukuran kemuliaan adalah bagaimana manusia memilih kebaikan yang telah diilhamkan Allah daripada keburukan yang juga diilhamkan. Manusia dapat jatuh ke dalam posisi yang begitu rendah di bawah binatang, dapat juga lebih tinggi dari malaikat yang patuh.

Obrolan berlangsung hangat, kadang-kadang menyenggol rasan-rasan politik terkini. Dari obrolan tersebut, Mas Ari memberikan pandangannya bahwa kegaduhan politik yang disuguhkan oleh para elite sepertinya memang disengaja untuk mencederai akal sehat rakyat. Berkaitan dengan momentum Indonesia emas 2045 dan bonus demografi, rakyat seperti sengaja disetting agar tidak bertumbuh.

Diskusi yang serius tapi santai terjadi hingga lewat tengah malam. Namun kemudian kami menghentikan obrolan karena makanan berat dikeluarkan oleh keluarga Mas Andi selaku tuan rumah. Lantunan doa yang dipimpin oleh Gus Ishom sebagai penutup diskusi. Setelahnya, kami melanjutkan menunaikan hidangan nasi dan lauk pauk yang disuguhkan. 

Acara Maiyahan malam itu kemudian dipungkasi mengingat bahwa esok pagi akan dilanjutkan dengan agenda lain, Paseduluran Maiyah Pasuruan ingin mengimplementasi “Mahkamah Kemuliaan” dalam bentuk santunan di Rumah Asuh. 

Paginya di hari minggu teman-teman bergeser ke Rumah Asuh Lembaga Al Maisharoh, di inisiatori oleh Mas Andi, terlihat di foto Mas Jufri dari kanan Tersenyum melihat penampilan anak-anak. 

Tertulis juga di rundown acara, teman Sanggar Perdikan asuhan Mas Dimas Sayful Amri, juga ikut memeriahkan acara kumpul bareng adik-adik rumah asuh, Pagi itu sungguh indah tak terasa hingga siang hari (Redaksi/Dimas/Rizal)

Lihat juga

Back to top button